Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 21 November 2009

2012, Matahari, dan Bosscha



Kalau menyimak wacana tentang Kiamat 2012 yang disebut berdasarkan sistem kalender Maya, argumen pentingnya ada di sekitar Matahari. Antara lain disebutkan, pada tahun 2012 aktivitas Matahari, yang sudah dimulai sejak tahun 2003, akan mencapai puncaknya. Selain itu, Matahari dan Bumi akan berada segaris dengan lorong gelap di pusat Galaksi Bima Sakti.

Tentu, Matahari amat sentral bagi Tata Surya, khususnya Bumi dan kehidupan yang ada di biosfernya. Jika ada peningkatan aktivitas di sana, Bumi pasti akan kena pengaruh. Namun, Matahari sudah rutin menjalani siklus aktivitasnya—yang berperiode 11 tahun itu—selama lebih dari empat miliar tahun dan sejauh ini baik-baik saja.

Kini, seiring dengan merebaknya buku tentang Kiamat 2012, juga film-film Hollywood tentang tema yang sama, juga muncul bantahan, tidak saja dari pimpinan suku Maya, tetapi juga dari kalangan astronomi. Mudah dimengerti kalau kalangan astronomi lalu bersuara. Ini karena penyebar kabar Kiamat 2012 banyak menyebut benda langit, seolah hal itu dapat menguatkan skenario yang mereka usung.

Padahal, dasar skenario itu sendiri, yakni kalender Maya, tidak berbeda jauh dengan kalender modern. Kalau kalender Maya punya berbagai macam siklus dengan panjang berlain-lainan, kita juga punya hal serupa. Jadi, kalau kalender Maya akan berakhir tanggal 21 Desember 2012, itu untuk kita bisa terjadi misalnya pada tanggal 31 Desember 1999. Esok hari setelah tanggal itu, yakni 1 Januari 2000, akan dimulai siklus baru, apakah itu yang berdasarkan hari, tahun, puluhan tahun, abad, atau milenium.

Seperti sudah kita saksikan, berakhirnya siklus macam-macam pada tanggal 31 Desember 1999 tidak disertai dengan kiamat bukan?

Bagaimana dengan perjajaran antara Bumi, Matahari, dan pusat Galaksi Bima Sakti? Penyebar kiamat menyebutkan, saat perjajaran akan menimbulkan gaya pasang yang akan memicu gempa bumi yang menghancurkan untuk menamatkan riwayat dunia. Gaya pasang yang sama juga akan memicu badai matahari yang akan menghancurkan Bumi. Bahkan, untuk menambah efek, planet-planet juga disebut akan berjajar pada tanggal 21 Desember 2012.

Ternyata, setelah diperiksa dengan saksama, Matahari tidak akan menutupi (menggerhanai) pusat galaksi. Bahkan, kalaupun Matahari bisa menutupi pusat galaksi, efek pasang dapat diabaikan, tulis Paul A Heckert yang dikutip pada awal tulisan ini.

Dengan penjelasan itu, skenario Kiamat 2012 tidak perlu dianggap serius.

Berdasarkan teori evolusi (lahir dan matinya) bintang, di mana Matahari adalah salah satunya, Matahari memang sekitar lima miliar tahun lagi akan mengembang menjadi bintang raksasa merah yang akan memanggang Bumi. Namun, bukankah lima miliar tahun masih jangka waktu yang amat, amat lama untuk ukuran manusia?

Namun, demi tujuan-tujuan lebih praktis, misalnya untuk mengetahui hubungan aktivitas Matahari dan gangguan komunikasi, atau untuk mengetahui lebih dalam tentang sifat-sifat Matahari, studi tentang Matahari tetaplah hal penting. Dan inilah rupanya yang diperlihatkan oleh Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat.

Penelitian Bosscha

Selama ini, Observatorium Bosscha lebih dikenal dengan penelitiannya di bidang struktur galaksi dan bintang ganda. Penelitian Matahari secara intensif dan ekstensif dilakukan oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Namun, Sabtu 31 Oktober lalu, Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) yang diwakili oleh Dekan FMIPA Akhmaloka meresmikan teleskop matahari tayang langsung (real time). Sistem pengamatan Matahari yang terdiri dari tiga teleskop yang bekerja pada tiga panjang gelombang berlain-lainan ini dibuat dengan bantuan dari Belanda dan rancang bangunnya banyak dikerjakan oleh peneliti dan insinyur ITB sendiri.

Sistem teleskop yang dilihat dari sosoknya jauh lebih kecil dari umumnya teleskop yang ada di Bosscha ini terdiri dari teleskop yang bekerja pada gelombang visual, di mana untuk mendapatkan citra Matahari, sinarnya dilemahkan dulu sebesar 100.000 kali. Untuk pemantauan, citra Matahari diproyeksikan pada satu permukaan yang dapat dilihat dengan aman. Ini diperlukan karena selain untuk penelitian, fasilitas ini juga digunakan untuk pendidikan masyarakat.

Dua teleskop lainnya masing-masing satu untuk penelitian kromosfer rendah dan satu lagi untuk penelitian kromosfer tinggi.

Menambah semarak peresmian, hadir pula ahli fisika matahari dari Belanda, Rob Rutten, yang pagi itu menguraikan tentang kemajuan penelitian fisika matahari dan tantangan yang dihadapi.

Membandingkan materi paparannya, yang dilengkapi dengan citra hidup Matahari berdasarkan pemotretan menggunakan teleskop matahari canggih, tentu saja apa yang diperoleh oleh teleskop di Bosscha bukan bandingannya.

Kontribusi Indonesia

Direktur Observatorium Bosscha Taufiq Hidayat dalam sambutan pengantarnya menyebutkan, lembaga yang dipimpinnya beruntung masih dapat terus menjalin kerja sama dengan sejumlah lembaga di luar negeri untuk mendukung aktivitas ilmiahnya. Sementara peneliti Matahari di Bosscha, Dhani Herdiwijaya, selain menguraikan berbagai aspek riset tentang fisika matahari juga menyampaikan harapannya untuk mendapatkan hasil penelitian detail tentang Matahari.

Peresmian teleskop surya di Bosscha tampak sebagai momentum bagi bangkitnya minat terhadap riset Matahari.

Seiring dengan peringatan Tahun Astronomi Internasional 2009, berlangsung pula peringatan 400 tahun pengamatan bintik matahari. Dalam konteks ini, masih banyak tugas manusia untuk mendalami lebih jauh serba hal tentang Matahari, bintang yang menjadi sumber kehidupan di Bumi. Alam seperti yang ada sekarang ini, menurut skenario Ilahi, masih akan terbentang lima miliar tahun lagi, bukan sampai tahun 2012.



By:
Ninok Leksono
Editor: jimbon

Sumber : Kompas Cetak

http://sains.kompas.com/read/xml/2009/11/11/05015341/2012.matahari.dan.bosscha


media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Rabu, 11 November 2009

How to deal with Interview?

Scholarship Hunters,

Banyak pertanyaan yang dilontarkan rekan-rekan tentang “Gimana sih menghadapi interview beasiswa?”

Dari berbagai pengalaman saya pribadi menghadapi interview, banyak hal yang harus dipersiapkan. Seperti yang baru-baru ini saya persiapkan untuk menghadapi interview Chevening Fellowship. Begini ceritanya :

Kebetulan banget saya mendapatkan surat undangan dari British Embassy untuk apply Chevening Fellowship untuk course Delivering Economic Reform and Regulatory di University of Bradford. Pada saat itu belum terpikir untuk apply karena waktu yang diberikan mepet sekali. Tetapi setelah saya pikir-pikir ulang, hmmm.. why not? Nggak ada salahnya mencoba, apalagi sudah dapat undangan dari British Embassy, nanti dikira nggak menghormati.

Kemudian, dengan mulai merenung, saya menggarap application form. Agak sedikit menguras tenaga karena banyak banget pertanyaan yang diajukan. Mulai dari : kenapa ingin mengajukan course tersebut? Apa relevansinya dengan bidang pekerjaan? Apa harapan setelah course? Tunjuukkan kompetensi leadership anda, dan lain sebagainya.. Cukup banyak kan.. Masing-masing pertanyaan tersebut dibatasi maksimum 300 kata.

Nggak disangka, saya mendapatkan SMS good news dari staf Kedubes. Saya dipanggil untuk wawancara. Waah.. alhamdulillah, dengan waktu yang mepet untuk mengisi application form, saya masih lolos dokumen. Saya memang mempraktekkan apa yang saya yakini benar dalam mengisi application form, sebagaimana yang telah saya tulis di buku saya “Winning a Scholarship”.

Sebelum saya diwawancara, saya mulai melakukan persiapan. Pertama, saya meneliti kembali secara seksama course pack course apa yang saya apply. Saya browsing di internet dan mencari informasi tentang University of Bradford, apa saja yang menjadi keunggulannya, dan bagaimana eksistensi course yang akan saya ambil. Setelah mendapat cukup informasi, saya buatkan dalam sebuah pointers yang membantu saya sebagai “kerpekan” dalam mengingat-ingat info tentang course content dan university.

Kedua, saya mulai belajar kembali tentang materi dasar ekonomi. Kenapa? Untuk jaga-jaga saja, karena course content nya terkait dengan economic reform. So.. siapa tahu nanti ditanyain tentang perekonomian. Ngga cuma konten tentang ekonomi saja, tapi saya juga pelajari masalah keuangan negara, APBN, kebijakan fiskal, dan lain-lain. Nggak lupa pula, saya kembali mempelajari konsep-konsep tentang desentralisasi-yang memang menjadi area of interest saya.

Ketiga, saya mulai membaca dan mempelajari Profil Institusi tempat saya bekerja. Kebetulan saya bekerja di Departemen Keuangan, jadilah saya mulai mempelajari reformasi birokrasi yang sedang dilakukan oleh Depkeu. Saya juga mulai membuat pointers mengenai ; tipe organisasi depkeu, struktur organisasi, jumlah pegawai, sampai reformasi birokrasi yang dilakukan.

Keempat, saya persempit lagi dengan mempelajari tentang unit tempat saya bekerja. Saya buka kembali visi dan misi organisasi, struktur organisasi, komposisi pegawai, sampai ke urusan konten anggarannya. Hal ini saya lakukan sebagai bahan amunisi saja jika sewaktu-waktu dipertanyakan pada saat interview.

Kelima, saya mulai mencerna kembali jawaban-jawaban yang saya berikan pada saat mengisi application form. Kemudian, saya membuat bridge atau jembatan dari apa yang sudah saya pelajari tadi dengan jawaban yang sudah saya tulis di application form.

Keenam, saya meminta restu dari suami tercinta karena waktu mengisi application form saya belum bilang ke suami. Awalnya sih suami agak keberatan karena membayangkan akan ditinggal lagi. Tetapi setelah saya komunikasikan dengan baik, suamipun memberi restu dan bahkan beliau juga ingin ikutan course menyusul saya. Restu dari suami ini yang paling penting dan meringankan beban saya dalam menghadapi wawancara.

Itu tadi persiapan pada saat sebelum wawancara. Pada saat menjelang wawancara, ada beberapa hal yang saya persiapkan.

Kebetulan saya mendapatkan giliran wawancara mulai jam 14.20, jadi saya masih memiliki banyak waktu untuk persiapan mental. Maklum, walaupun sudah ikut beberapa kali wawancara beasiswa, tetapi perasaan grogi pasti selalu ada. Apalagi kan yang mewawancara adalah panel dari British Embassy. Sudah kebayang gimana groginya.

So, untuk menghilangkan rasa panik, saya melakukan beberapa hal sebagai berikut:

Pertama, saya review kembali pointers yang saya buat sebagai bahan persiapan untuk wawancara. Baca kembali dan berusaha untuk memorize hal-hal penting apa yang kira-kira nanti akan berguna jika ditanyakan.

Kedua, saya makan yang cukup dan tidak makan yang mengandung resiko terkena sakit perut. Saya juga minum air putih yang banyak supaya sirkulasi darah menjadi lancar.

Ketiga, saya mempersiapkan pakaian yang paling bagus menurut saya, dan tidak berlebihan. Maklum, sebagai wanita, pasti selalu berusaha tampil matching. Mulai dari setelan jas, kerudung, tas, sampai sepatu. Saya juga membubuhkan perfume yang lembut, dan tidak menyengat. Make up pun saya buat tipis sekali tetapi agak enak untuk dilihat.

Keempat, saya memakai aksesoris yang ada berbau “Inggris”, yaitu sebuah pin “white rose” yang merupakan ciri khas Yorkshire. Pin itu merupakan hasil lawatan saya ke York sewaktu saya masih di Inggris. Aksesoris ini ternyata cukup membantu saat ice breaker karena Bule Inggris yang menginterview saya langsung mengenali pin tersebut karena kebetulan banget dia juga berasal dari kota yang nggak jauh dari Yorkshire. Jadilah kami ngobrol tentang York.

Kelima, saya datang ke lokasi interview agak cepat sehingga memungkinkan bagi saya untuk menarik nafas dan berusaha menenangkan diri.

Rupanya persiapan-persiapan simpel tersebut sangat membantu saya dalam proses wawancara. Dengan ice breaker pin Yorkshire tersebut, pewawancara mulai mencair dan benar-benar rileks suasananya. Saya pun semakin semangat waktu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan.

Pada saat wawancara, saya tetap menjaga eye contact dengan para pewawancara. Hal ini sangat mendukung penilaian dan tingkat kepercayaan diri saya. Walaupun eye contact dijaga, tapi bukan berarti kita melototin si pewawancara lho, tapi kita berusaha memberikan jawaban yang jujur dan mantap melalui komunikasi mata.

Wawancara yang saya lakukan berjalan sangat lancar dan tidak begitu lama. Yaa saya sih berharap mereka bisa mengerti apa yang saya ungkapkan dan mudah-mudahan saya terpilih sebagai salah satu pemenang Chevening Fellowship tersebut.

Pada saat akhir wawancara, saya dipersilahkan bertanya, dan saya bertanya tentang “Bagaimana kans saya untuk memenangkan beasiswa ini?”. Si pewawancara menjawab, “Well, you have to compete not only with Indonesians, but also with other people around the world”. What???? Huaaa…… berat sekali ya… Tapi nggak papa.. yang namanya usaha khan harus tetap dijalankan ya, sekalipun gagal, tapi paling tidak sudah berusaha memberikan yang terbaik.

Kompetitor saya untuk hari itu sepertinya cuma 3 orang, tapi nggak tahu di hari-hari sebelumnya. Tetapi membayangkan bahwa kompetisinya dengan seluruh dunia.. waahh.. benar-benar extraordinary jika saya bisa mendapatkan beasiswa ini.

Well, itu tadi sekelumit sharing saya menghadapi wawancara beasiswa. Semoga bisa bermanfaat bagi rekan-rekan Scholarship Hunters dalam menghadapi wawancara beasiswa.

Wish me luck ya.. dan tetap semangat!

By: Nenny

Sumber :
http://about-scholarship.com/blog/2009/07/how-to-deal-with-interview/
media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Advantage of First Mover

Banyak orang yang mengerjakan sesuatu karena ikut-ikutan. Termasuk dalam mencari beasiswa. Biasanya orang akan gelisah mencari informasi beasiswa ke sana ke mari setelah sadar di unit kerjanya hanya dia yang belum bergelar S2 luar negeri.

Ada satu istilah dalam dunia marketing yang dikenal dengan advantage of first mover. Yaitu keuntungan yang dinikmati bagi produk atau orang-orang yang bergerak lebih awal dibanding pesaingnya. Ingat, beasiswa adalah persaingan. Jadi prinsip ini juga berlaku dalam dunia beasiswa.

Bagaimana sikap first mover? Orang-orang yang memiliki sikap first mover cenderung senang mempelopori atau menggagas hal baru, baik yang baru bagi dirinya, orang lain atau bagi lingkungannya. Para pemburu beasiswa yang seperti ini akan terus mencari informasi, mengunjungi seminar, workshop atau mengikuti kursus yang relevan. Baginya memperoleh beasiswa adalah target utama, bukan sekedar hasil sampingan.

Apa keuntungan bagi mereka para first mover? Untuk beberapa hal para first mover biasanya mempunyai keuntungan dari pada mereka yang hanya mengekor. Misalnya, pada saat belum banyak orang yang berminat melanjutkan kuliah dengan beasiswa, maka mencari ijin untuk kuliah di luar negeri akan menjadi lebih mudah. Sekarang pada saat para staf ramai-ramai mencari beasiswa, ijin untuk sekolah di luar negeri mungkin menjadi lebih sulit. Hal ini wajar saja, karena tidak mungkin kantor ditinggalkan oleh orang-orang yang berpotensi pada saat yang bersamaan.

Keuntungan lain misalnya masalah kompetisi. Saya punya pengalaman ada seleksi untuk beasiswa short course bahasa Inggris di Singapore. Gelombang pertama hanya satu orang saja yang mendaftar. Rekan-rekan lain, termasuk saya, enggan mendaftar dengan alasan persiapan yang kurang, atau pekerjaan yang mendesak, atau alasan lainnya. Pada saat itu yang bersangkutan langsung lulus. Pendaftaran gelombang kedua peminatnya lebih banyak karena sudah melihat benefit dari first mover. Tetapi, persaingan menjadi lebih berat karena hanya satu orang saja yang akan lulus.

Adakalanya para first mover dianggap orang nekad. Mereka melakukan hal-hal yang menurut orang lain belum siap. Apakah demikian? Ada dua hal kemungkinan penjelasan untuk itu:

1. Bisa jadi orang menganggapnya belum siap, padahal sebenarnya ia sudah berlatih, mencari informasi, mengikuti workshop, seminar dan hal lainnya yang membuat dia siap. Dia selalu mempersiapkan diri dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, dan apa saja yang menjadi persyaratan beasiswa. Sehingga pada saat adanya peluang, dengan cepat para first mover menangkapnya. Sekali lagi, “Chance only favors the prepared mind”.

2. Kesiapan itu bersifat relatif. Banyak orang enggan mencari beasiswa saat ini karena merasa persiapannya belum cukup. Orang tersebut takut gagal karena belum cukupnya persiapan.

Selain alasan persiapan, banyak orang enggan memburu beasiswa karena menurut mereka waktunya belum tepat. Bisa jadi karena tuntutan pekerjaan, keluarga, atau hal lain.

Untuk poin ke-2, komentar saya adalah: “tidak akan pernah ada waktu yang tepat”. Setiap kita menunggu waktu yang tepat maka setiap itu pula kita kehilangan waktu yang tepat. Waktu yang tepat hanya ada ketika kita mengatur diri kita, mengatur pekerjaan dan kewajiban kita, melengkapi diri kita dengan keterampilan yang dibutuhkan. Saat hal itu sudah kita penuhi, maka setiap waktu kita adalah waktu yang tepat.

Kembali kepada menjadi first mover. Tetapkan dalam hati, “Saya harus menjadi first mover. Saya tidak akan menunggu waktu yang tepat, karena saat ini adalah waktu yang tepat untuk saya mencari beasiswa. Setiap kesempatan saya datang pada waktu yang tepat, karena saya sudah mempersiapkannya setiap saat.”

Ditulis oleh Tedy J. Sitepu


Sumber :
http://www.feedblitz.com/f/?previewfeed=389613
media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Senin, 13 April 2009

Silence Is Not Always Golden


We recently completed a five-month weekly tracking audit of the home pages of the largest financial services firms in the US and Europe. Our goal was to see if and how these companies, which are already in the hot seat and presumably anxious to positively connect with customers in every way possible (i.e., ensure their advocates remain advocates), were using prime real estate to address the global financial crisis and reassure customers during this time of great turmoil.

When we started the audit in mid-October 2008 we found that just 27% of 57 companies referred to the crisis. We gave them the benefit of the doubt, given it was such a tumultous week, and assumed that as they got their bearings they would increase their communications. Over the next few weeks, as another few financial institutions went out of business (we ended up with 55), the percent of home page crisis communicators inched up slowly to where eventually four in 10 mentioned the economic crisis on their home page. Our final audit was February 28, 2009 and some had ceased their home page communications, landing at 34%. That means a solid two-thirds were not mentioning one word on their home pages about the crisis at the end of February.

Why do we think its important for the financial sector to pull out all the stops to acknowledge consumers’ fears about the crisis? For one thing, a Boston Consulting Group study released results from a recent U.S. study that suggested financial services providers can diminish defections by simply communicating with consumers. It found that consumers want factual reassurance. Further, exactly half of the survey respondents said the economic crisis has caused them to lose trust in their investment/brokerage firms, followed by investment advisors and banks (46% each).

Barb Iverson, president of Weber Shandwick’s financial services industry practice group, commented about our research: “It is not enough for leading financial services companies to communicate only in good times. Our ongoing analysis leads us to recommend to financial services companies that they use their low-cost/high-impact home pages to communicate more directly and personally with their stakeholders by acknowledging and addressing customer and investor financial concerns.”

It seems that financial services firms should at least let their customers, and potential customers, know their angst is acknowledged and respected. Otherwise advocates might take their advocacy elsewhere.


Sumber: http://allaboutadvocacy.com/Elizabeth Rizzo
media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Selasa, 31 Maret 2009

Vitamin C Sangat Penting Bagi Tubuh :)

Akirnya sempat juga menulis tentang vitamin. Dari pengalaman beberapa hari ini musim yang tidak menentu membuat badan cepat capek sehingga menjadi salah satu kendala dalam beraktifitas. Setelah periksa ke dokter memang harus minum vitamin sehari sekali biar tidak cepat lelah. Mhnmnnm, setelah aku minum tiap menjelang tidur malam. Well, bener-bener ada manfaatnya banget. Di pagi hari dengan menjalankan aktifitas hingga sore dan kadang sampai malam pun masih oK. badan juga tidak cepat capek. Tentunya diselingi ddengan istirahat yang cukup.
Kenapa vitamin C?
Dibanding jenis vitamin lain, vitamin C hingga sekarang mungkin merupakan jenis vitamin yang paling populer di masyarakat awam. Meski sama pentingnya dengan yang lain, memang banyak orang yang menganggap khasiat vitamin C jauh melebihi kebutuhan vitamin lain, dan hal ini seringkali dikaitkan dengan peningkatan daya tahan tubuh.

Malah, serangkaian penelitian yang dilakukan para ahli menemukan fungsi lain yang jauh lebih menjanjikan sebagai suatu antioksidan yang mampu mencegah penyakit-penyakit lain yang lebih serius termasuk kanker dan berbagai penyakit degeneratif lainnya.

Hal ini yang mungkin mendasari pengetahuan umum masyarakat tentang perlunya mengkonsumsi vitamin C, dan tak bisa dipungkiri juga, promosi-promosi dari pihak produsen. Dan terkait dengan tingginya kesadaran self medication dengan kemudahan pengaksesan informasi di masa sekarang, salah satu kegunaan vitamin C, dalam dosis yang dianggap dosis tinggi (1000 mg/hari) secara praktis yang sering muncul adalah untuk mencegah flu dalam kemampuannya meningkatkan daya tahan tubuh.

Vitamin, apapun jenisnya, memang merupakan kebutuhan zat gizi yang harus terpenuhi, bukan hanya sekedar dari suplemen namun juga dari bahan-bahan alami, namun perlu juga mempertimbangkan beberapa riset berlawanan untuk mengetahui pasti apa saja kekurangan dan kelebihan zat-zat gizi yang kita pilih untuk menjadi konsumsi sehari-hari, agar tak terjebak dalam mitos-mitos yang menyesatkan.
Vitamin C Dosis Tinggi dan Pencegahan Flu
Jenis vitamin yang larut dalam air yang memiliki fungsi utama dalam pertumbuhan jaringan termasuk yang sekarang berkembang sangat populer, untuk kesehatan kulit, dan juga sebagai antioksidan dalam melawan radikal bebas yang terbentuk dari metabolisme tubuh dan faktor luar sehari-hari ini mulai berkembang semakin populer oleh publikasi dari seorang ahli peraih Nobel, Linus Pauling, di awal tahun 70an.

Dalam penemuan risetnya, Pauling menganjurkan untuk mengkonsumsi vitamin C 1000 mg/hari dalam fungsi-nya dalam mencegah flu, yang padanannya, meski tak sepenuhnya tepat, disebutnya sebagai common cold. Para ahli kemudian menggolongkan dosis ini sebagai dosis tinggi karena dibandingkan dengan segelas jus jeruk peras yang menghasilkan 60 mg vitamin C. Ia juga menyebutkan selain persentase 45% kegunaannya dalam mencegah selesma dan flu tersebut, vitamin C dapat mencegah serta memperpanjang hidup penderita-penderita kanker.

Pertimbangan lain yang disebutkan Pauling tentang kebutuhan ini adalah karena tubuh sama sekali tidak menghasilkan vitamin C sendiri dan tidak juga menyimpannya, karena itu konsumsinya sangat dibutuhkan dalam diet sehari-hari. Toksisitasnya juga tergolong ringan karena sifat-sifat tadi, dan yang sering dipublikasikan adalah gangguan pencernaan dan diare pada penggunaan lebih tinggi dari 1000 mg tersebut. Ada sebagian penelitian yang bergerak lebih jauh membahas bahaya lanjut kelebihan vitamin C, dan memang, hingga sekarang masih menjadi pertentangan bagi sebagian ahli yang lain.

Begitupun, anjuran untuk mengkonsumsi 1000 mg/hari vitamin C ini kemudian berkembang menjadi tudingan tentang sebuah quackery, yakni promosi dari suatu sistem produk yang dianggap berlebihan. Setelah publisitas tersebut, hingga sekarang, banyak ahli yang meneliti fungsi ini dan hasilnya memang beragam, namun tentu ada penjelasan tersendiri dari masing-masing riset tersebut.

Konsumen, memang pada kenyataannya seringkali terombangambing di tengah pertentangan pembuktian dari riset-riset ilmiah ini, dan karena itu perlu memahami betul seluk-beluk yang ada dibaliknya dengan pertimbangan matang.
Mitos Atau Kenyataan?
Terlepas dari riset-riset yang mendukung fungsi vitamin C dosis tinggi dalam kaitannya meningkatkan daya tahan tubuh ini, sejumlah riset lain yang dilakukan ahli lain menyebutkan bahwa tidak ada keuntungan konsisten dari vitamin C pada penderita kanker, sementara riset lain yang menyorot fungsinya dalam pencegahan flu pernah menyebutkan bahwa efek perbaikan pada penderita-penderita flu dalam penelitian Pauling tersebut semata-mata hanya disebabkan oleh efek antihistamin yang dimiliki vitamin C, yang mereka sebut sebagai suatu perbaikan semu, apalagi, kabar yang banyak beredar kemudian, di luar benar atau tidaknya, bahwa salahsatu pendana terbesar riset Pauling adalah sebuah perusahaan farmasi produsen mayoritas vitamin C yang beredar di masa itu.

Sebuah publikasi lain dari kumpulan 30 studi yang melibatkan lebih dari 11.000 peserta penelitian di Australia dan Finlandia menemukan bahwa vitamin C dosis tinggi tersebut tak terbukti secara signifikan bisa mencegah flu, namun cukup bermanfaat bagi penderita yang berada dalam kelompok gizi kurang dan adanya stress fisik akibat aktifitas yang lebih dari orang biasa.

Di luar banyaknya pro dan kontra termasuk tudingan-tudingan terhadap publisitas Pauling sebagai pionir riset tentang kegunaan vitamin C ini, vitamin tetaplah sebuah kebutuhan zat gizi yang harus dipenuhi, dan sebuah riset tetap juga merupakan sebuah studi yang memiliki kekurangan dan kelebihan dari tiap-tiap hasilnya. Toh, ada banyak penjelasan yang paling tidak bisa menjadi dasar untuk pengetahuan orang-orang yang menerima dan menyikapi publikasi tersebut.

Teori-teori tentang kemungkinan hasil positif dan negative riset-riset ini juga cukup banyak, diantaranya teori yang menyebutkan kesamaan struktur vitamin C dengan gula sehingga seringkali berlawanan dalam reseptor sel untuk
penyerapannya di dalam tubuh, dimana semakin tinggi gula yang dikonsumsi semakin rendah pula penyerapan vitamin C ke dalam sel. Proses produksi vitamin C dalam bentuk suplemen pun tak semuanya sama persis, dan masih banyak lagi teori yang bisa menjelaskan bias-bias dari tiap riset yang dilakukan.

Apapun alasannya, vitamin C memang memiliki fungsi tersendiri dalam pertumbuhan/perbaikan sel serta jaringan, dan juga fungsi antioksidannya yang sudah dianggap cukup signifikan. Yang menjadi masalah hanyalah tinggi rendah dosis, serta penyesuaian kebutuhannya, dimana dosis 1000 mg/hari tak selalu harus dijadikan patokan resmi, dan sumber dari bahan-bahan alami tentu akan lebih baik daripada sebuah produk suplemen.

Setidaknya jaga kesehatan dengan tambahan vitamin sesuai dengan anjuran dokter tentunya.

Sumber: berbagai sumber

media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Senin, 30 Maret 2009

Up-Grading Your Self: Seni Mengasah Diri


Meng-upgrade diri sebenarnya bukanlah hal yang sulit dilakukan, selama ada kemauan dan rasa percaya diri. Anda harus percaya ungkapan, when you stop being better, you stop being good.

  1. Menciptakan Misi

Tentukan tujuan, ketahui siapa diri Anda, dan essensi yang terkandung dalam pribadi Anda.

  1. Belajar untuk Bahagia

Tertawalah, karena tertawa terbukti membuat jantung sehat.

  1. Periksa Keyakinan

Apa keyakinan yang akan mendukung Anda dalam perjalanan hidup Anda? Anda juga harus memisahkan, keyakinan apa yang membuat Anda jadi “mandeg” atau jalan ditempat.

  1. Dukung Diri Anda Sendiri

Singkirkan pikiran-pikiran negatif dan tingkatkan daya berpikir positif Anda.

  1. Bertindak

Mulailah melakukan aksi untuk segala tujuan Anda, dan lakukan dengan tulus.


Sumber: cosmopolitan-magazine

media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Workaholic: Tips Anti Sakit



  1. Tidak Bisa Tidur

Menurut Dr. Don R. Powell, Ph.D, penulis 365 tips hidup sehat, mengatakan bahwa semalam atau dua malam tak bisa tidur bisa dikategorikan normal. tapi jikan sudah tiga minggu ataupun lebih Anda tetap tak bisa tidur semalaman, ini adalah masalah medis serius. Kecemasan terhadap suatu kesalahan atau punya masalah yang mengganggu, bis abikin Anda insomnia. Atasi dengan mandi dengan air hangat selama dan senyaman mungkin untuk menenagkan hati sebelum tidur. Give yourself a break. percayalah, besok pagi Anda akan bisa berpikir lebih jernih. “Selain itu, ciptakan suasana nyaman dikamar tidur Anda akan bisa berpikir jernih. “Selain itu, ciptakan suasana nyaman dikamar tidur Anda. Gunakan bantal dan selimut yang bersih., jaga suhu ruangan agar tidak terlalu panas atau dingin, lanjut Dr. Don. Jika perlu, matikan lampu agar Anda merasa nyaman. Hindari mendengarkan radio atau menonton televisi saat ingin tidur. Di siang hari, lupakan jadwal tidur siang. Tak peduli seberapa mengantuknya Anda. Dan hindari kafein dalam segala bentuk, seperti kopi, teh, cokelat, dan air soda, misalnya. Anda pun bisa tidur lelap dan terjaga lagi bak nocturno saat bulan muncul.

  1. Leher, Bahu, dan Punggung Tegang

“Sebaiknya gunakan kursi yang mendukung punggung Anda,” menurut si ahli Cosmo. Sesuaikan tinggi sandaran agar nyaman diduduki. saat leher, bahu, dan punggung bagian bawah sudah mulai kaku, lakukan peregangan. “Putarlah kepala Anda dalam gerakan melingkar searah jarum jam, lalu lakukan ke arah yang berlawanan,” lanjutnya. Gerakkan bahu Anda ke atas, ke bawah ke belakang, dan ke depan. Lalu, tekuk pinggang Anda pertama-tama kekiri kemudian kekanan. Olahraga bisa jadi obat mujarab saat otot-otot kaku. Jika kata “tak sempat” sering keluar dari bibir Anda untuk urusan satu ini, udahakan untuk jalan kaki sejam lamanya.

  1. Terkena Sindrom Kelelahan Kronik

Menurut dari Dr. Don, korban dari sindrom kelelahan kronik ini biasanya diidap oleh kaum profesional yang terdidik pada usia 20-an, 30-an, dan 40-an. Dan kebanyakan penderitanya adalah wanita. Gejalanya kadang datang pergi dan terjadi saat Anda stres berkepanjangan. Untuk mengatasinya, Anda harus mulai untuk banyak-banyak beristirahat, belajar mengelola stres, dan merawat kesehatan Anda lebih serius. “Berkunjung ke psikolog, psikiater, ataupun mencari kelompok pendukung yang memiliki nasalah kesehatan yang sama sangatlah dianjurkan,” lanjutnya.

  1. Mata Perih Akibat Monitor

Terlalu lama menatap monitor bisa bikin mata Anda tegang. “oleh sebab itu, berkediplah sesering mungkin agar mata Anda tetap basah,” menurut Dr. Don. Selain itu, bersihkan debu dari layar. Kurangi cahaya yang bikin mata silau dengan menjauhkan monitor dari jendela dan gunakan filter-glass didepan layar monitor agar tidak terkena radiasi. Jika gambar dilayar sudah terihat buram, pudar, dan berkedip-kedip segera perbaiki monitor Anda secepat mungkin.

  1. Tidak Mens selama Berbulan-Bulan

Strees akibat deadline dikantor, culture shock, ataupun masalah dengan rekan kerja atau si bos bisa bikin Anda mengalami gangguan haid dengan tidak mendapatkan menstruasi bulan ini. namun, menurut Dr. Ali Baziad, penulsi Bunga rampai, jika Anda tidak mengalami mendapatkan haid tidak teratur, bisa dua atau tiga atau empat bulan sekali, itu pertanda Anda mengalami gangguan haid. Segera kunjungi dokter untuk segera diobati. Pengobatan yang diberikan bisa berbeda. Jika terjadi kelainan hormonal, dokter akan diberikan terapi hormonal. tetapi jika gangguan tersebut diakibatkan hal organik pada alat kelamin Anda, pengobatan yang tepat adalah menghilangkan kelainan organik tersebut.

Agar Tak Stres Walau Gila Kerja

- Berdialoglah dengan diri sendiri

Tanyakan, Anda ingin pribadi yang bagaimana dan apa saja tujuan-tujuan hidup Anda. Jika teman, sahabat, keluarga, dan bahkan si dia bilang Anda semakin jauh dan susah dihubungi, ditambah lagi badan mulai sakit-sakitan akibat terlalu banyak bekerja, lakukan refleksi diri agar dapat berpikir ulang memformulasikan prioritas Anda.

- Keluarkan sisi nakal Anda di kantor

Saat jenuh dan stres sudah menggempur dikantor, lakukan sesuatu yang “nakal”. Terlambat pulang ke kantor setelah makan siang akibat pijat refleksologi atau crembath di salon, atau diam-diam chatting online dengan teman yang humoris diwaktu kerja sesekali tak “ilegal” untuk dilakukan agar terhindar dari stres.

- Hiduplah seimbang

Mungkin Anda merasa nyaman dengan rutinitas, padahal jika terus dilakukan bisa-bisa Anda mencapai titik jenuh. Atur waktu Anda. Sediakan waktu untuk merawat diri, berolahraga, menjalin hubungan dengan orang lain, melakukan hobi, bahkan liburan. hidup bukan hanya untuk bekerja saja, jadi warnai hidup Anda.

Sumber: cosmopolitan-magazine

media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Aturan Bermain Cinta di Kantor



Punya hubungan spesial dengan rekan sekantor bukan hal terlarang. Hanya saja Anda perlu bersikap profesional dan mengetahui etikanya.

  1. Jika Si Dia adalah Bos

Pertanyaan yang pertama, Anda sedang menjalin cinta dengan siapa? Kalau si dia yang memikat hati itu adalah bos dikantor, jangan langsung girang dulu. pertama-tama yang harus dipikirkan adalah aggapan orang-orang dilingkungan kerja. Tidak semua orang bisa melihat secara positif hubungan Anda dengan si bos. bahkan beberapa diantara mereka akan merasa iri dan punya prasangka yang bukan-bukan. meskipun bukanlah Anda tidak bermaksud memanfaatkan hubungan itu untuk kepentingan pribadi.

Dalam posisi seperti ini, sebaiknya tetap berhati-hati juga agar tidak mengalami pelecehan seksual ditempat kerja. Bukan tak mungkin, si bos cuma pura-pura terpikat karena cuma sinta sesaat dan ingin bisa mempermainkan Anda.

dan sebelum percintaan Anda dan si bos tercium ditempat kerja, pikirkan secara matang antisipasinya. Tonja Weimer, seorang life coach dan penulis artikel karier, memberikan jalan tengahna dengan cara Anda meminta pihak manajemen perusahaan untuk dipindahkan ke divisi atau cabang lain agar hubungan cinta dengan atasan akan berjalan secara netral.

  1. Tahu Aturan Perusahaan

begitu juga halnya jika Anda terlibat hubungan dengan sesama kolega. yang perlu diperhatikan adalah peraturan diperusahaan. Apakah ada peraturan tertulis dan tidak tertulis yang melarang hubungan dengan rekan sekantor? Dari catatan Society of Human Resources Management menyebutkan kalu sekitar 72% perusahaan tdiak memiliki peraturan tertulis dalam masalah ini. meski tidak tertulis, ada juga perusahaan yang memberlakukan peraturan ini secara tidak formal. Dalam artian, stafnya boleh memiliki hubungan khusus ditempat kerja, namun saat pasangan tersebut memutuskan untuk kenikah, salah satunya diminta untuk pindah kerja.

  1. Punya Etika

Berbunga-bunga saat jatuh cinta memang wajar. Tapi, pastikan Anda harus punya etika untuk menunjukkan perasaan, terlebih lagi kalau pasangan Anda teman sekantor. Hindari menggunakan email perusahaan untuk obrolan mesra dengan si dia, jangan sampai pula Anda ketahuan sedang berciuman super panas di lift atau sudut ruangan.

  1. Tetap Profesional

Menjalin hubungan cinta di kantor memang punya tantangan tersendiri. Sebab disini Anda dituntut untuk pintar-pintar mengatur pikiran, sikap, dan waktu agar pekerjaan tidak terganggu dengan urusan cinta.

Dari penelitian yang disebutkan Journal Management, dampak hubungan asmara dikantor ada dua macam. yang pertama adalah hubungan asmara yang bersifat negatif, diamana hubungan ini dijadikan kedok untuk mencapai maksud tersembunyi. Salah satu contohnya, wanita yang memikat atasannya dengan tujuan mendapat promosi atau kenaikan jabatan dengan cara mudah. jelas saja hubungan tersebut akan mengakibatkan persaingan tidak sehat ditempat kerja.

Disisi lain, ada jenis hubungan asmara dikantor yang memang murni didasari perasaan cinta. Jika pasangan tersebut bisa menjalankan hubungan dengan baik, tidak menutup kemungkinan akan berpengaruh pada kinerja dikantor. ini dikuatkan oleh survei khusus, yaitu Workplace Romance Survey, yang menyebutkan sekitar 55% hubungan cinta pasangan sekantor bisa menghasilkan produktifitas lebih tinggi dikarenakan masing-masing saling memberikan dukungan dalam pekerjaan.

  1. Cinta Tak Berlanjut

Putus cinta sudah lumrah terjadi. karena memang tidak semua hubungan bisa berjalan mulus dan awet. Tapi bagaimana kalau ternyata Anda masih harus berhubungan dengan mantan karena dia adalah rekan sekantor? Keadaan inilah yang sering jaddi dilema. Sebab kalau mau menghindari komunikasi dengan si mantan, tentu bukan pilihan yang tepat. Karena Anda berdua masih saling terkait dengan urusan kantor yang harus diselesaikan. Yang namanya pekerjaan, pasti tidak bisa kompromi dengan kisah cinta Anda yang kandas,kan?

Beberapa komentar dari staf mengenai masalah ini pun beragam. Ada yang mengatakan kalau beberapa orang masih bersikap kurang dewasa saat putus dengan kekasihnya yang merupakan rekan kerja.

Cara seperti ini yang sebaiknya dihindari dan diantisipasi. meski memang si mantan yang salah, tahan emosi Anda untuk tidak membuka semua aibnya idtempat kerja. karena sikap ini akan membuat suasana dikantor jadi tak nyaman dan nantinya Anda ikut dijadikan bahan pembicaraan. Untuk amannya, usahakan untuk menyelesaikan hubungan cinta dengan cara yang baik dan tidak terlalu menyakiti perasaan si dia. Sikap bijak diperlukan dalam situasi ini.


Sumber: cosmopolitan-magazine

media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Ayo, Maksimalkan Masa Probation!


Baru diterima kerja diperusahaan baru? Atau justru baru mulai bekerja? Ini artinya Anda harus memberikan yang terbaik dibulan-bulan pertama!

- Bekerja Layaknya Pegawai Tetap

Segera bangun reputasi Anda pekerja yang solid dan konsisten. Psst, maksud utama perusahaan membuat masa percobaan adalah memastikan karyawan konsisten dengan pekerjaan. Jelas saja mereka tak ingin direpotkan dengan kinerja yang naik turun, tingkah laku yang menyulitkan, atau absensi yang bolong-bolong. Jadi, untuk memastikan Anda dijadikan pegawai tetap, bekerjalah seakan-akan Anda sudah memegang posisi itu dari awal!

Namun, ingat bukan berarti Anda bisa tancap gas di enam bulan pertama, lalu bersantai dibulan-bulan berikutnya. Anda justru harus memastikan agar kinerja tetap terjaga. tentu artinya Anda tidak bekerja melebihi kemampuan dan memikul banyak tekanan untuk berhasil. Bila begini, Anda bisa bertahan dimasa percobaan tapi stress berat setelahnya. Seimbangkan diri dengan menyelesaikan tugas tepat waktunya dan hanya bikin janji yang bisa Anda tepati.

- Kuasai Persyaratan Kerja

Anda bisa saja diterima bekerja di suatu perusahaan karena kepribadian yang mengesankan atau CV yang gemerlap, tapi untuk memastikan Anda tetap bekerja disana stelah masa percobaan adalah kemampuan Anda untuk memahami betul pekerjaan yang digeluti. jadi, kenali apa yang diharapkan bos dan penuhi keinginanya.

Pelajari job description dengan teliti dan asah semua keahlian yang dibutuhkan untuk menjalaninya dengan baik. Setelah akrab dengan semua persyaratan untuk posisi yang Anda pegang, bikin impresi bagus dengan nersifat bisa diandalkan saat bekerja sendiri atau saat bersama-sama tim. Ingat, kebanyakan pekerjaan meliputi tugas perseorangan dan kelompok. Bila Anda bisa menguasai keduanya, atasan akan melihat Anda tak hanya fleksibel tapi juga bisa berkembang didalam perusahaan.

- Kenali Perusahaan

Atasan akan belajar banyak soal cara kerja dan pribadi Anda selama masa penilaian. tantu saja bakal adil jadinya jika Anda melakukan hal sama terhadap perusahaan tempat Anda bekerja. Pelajari semua hal, mulai dari produk apa yang mereka buat, jasa apa yang mereka tawarkan, sampai menguntungkanlah mereka. Selama riset kecil ini, minta klarifikasi bila memungkinkan karena hal ini menunjukkan antusiasme dan minat Anda. Intinya, mengenali perusahaan uar dalam bisa membantu memastikan Anda punya “tempat” di dalamnya. Selain itu, semangat dan minat Anda akan meninggalkan kesan positif pada kolega dan bos kalau Anda tidak berencana bekerja hanya untuk sementara disana.

- Jalin Hubungan Baik dengan Bos

Atasan adalah sekutu paling penting yang perlu Anda rangkul dipekerjaan baru. Bagaimana tidak? Beliaulah yang menjadi salah satu dari sekumpulan orang yang akan menentukan masa depan Anda di perusahaan. Caranya sebenarnya gampang, jaga sikap Anda agar selalu tulus saja. Bukan keryawan yang penjilat. Sebaliknya, jalin hubungan yang menyenangkan sekaligus profesional dengan atasan. Selalu sapa dan beri perhatian penuh setiap kali diajak bicara. Bukan itu saja, penting bagi Anda untuk membiasakan diri bertanya jika dilanda kebingungan perihal tugas kantor. Pura-pura mengerti hanya akan membuat Anda kelihatan bodoh setelahnya.

- Rangkul juga Kolega

Mungkin Anda cukup pintar dan ahli melakukan segala tugas yang diserahkan, tapi bila kurang populer dikalangan rekan kantor, gelar karyawan tetap belum bisa dipastikan dapat diraih. Sebaliknya, bila disukai dan cukup dikenal diantara mereka, kemungkinan terus bekerja setelah masa percobaan berakhir akan semakin besar.

Mulailah dengan bersikap bersahabat, mendukung, dan reseptif terhadap sesama karyawan. Jika salah satu diantaranya minta pertolongan Anda, berikan bala bantuan. Dan, jika Anda berbuat kesalahan atau butuh didampingi olehnya, jangan langsung defensif saat dikritik. Dihadapi dengan rekan yang membatasi perkembangan, tak kooperatif atau sama sekali tak cocok? Tetaplah santun dan fokuskan waktu kepada mereka yang bikin Anda nyaman.

- Jangan Bikin Bos Memecat Anda

Sebagai karyawan yang belum resmi bekerja disuatu perusahaan, Anda tak butuh alasan yang resmi pula untuk diberhentikan dari pekerjaan. Oke, dalam masa pengenalan ini Anda ingin tahu apa saja yang masih bisa ditolerir perusahaan. Entah itu datang terlambat atau makan siang terlalu lama. Tapi menguji perusahaan seperti itu justru akan menyeret Anda dalam kenestapaan karier. lindungi diri dengan menjaga diri agar tetap positif, profesional, dan sehat. Bila Anda mengikuti aneka tip yang Cosmo telah bahas dari awal, Anda siap melakukannya. Dijamin perusahaan tak akan menyesal telah memperkerjakan Anda sekaligus melihat Anda sebagai karyawan yang berharga untuk dipertahankan.

Hak penuh di Masa Percobaan

Walau menjalani masa percobaan, Anda sepenuhnya berhak untuk “menuntut” jika perusahaan melakukan diskriminasi atau telat membayar gaji.


Sumber: cosmopolitan-magazine, www.msn.com

media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Bahasa Tubuh = Kata-Kata lain?


Bahasa tubuh dapat menyampaikan pesan dengan tegas dan menyiratkan semangan Anda dalam dunia kerja!

Company profile perusahaan incaran telah Anda baca berikut perkembangan terbarunya. Jawaban terbaik juga telah dipersiapkan untuk wawancara nanti. baju andalan sudah terpajang rapi dan siap untuk dikenakan saat hari h-nya tiba. Jadi, sudah siapkah Anda? Belum tentu! beberapa manajer mengaku mereka bisa mendeteksi calon pekerja potensial hanya dalam waktu 30 detik saja. faktor utamanya bisa jaddi penampilan, dan jelas hal tersebut terkait dengan bahasa tubuh Anda.

Bagaimana mempresentasikan diri Anda memegang peranan yang sangat penting bagi karier. Apapun posisi Anda, cara membawakan diri, cara berbicara, bahasa tubuh, jelas menyeimbangi karakter pribadi. Ayu Diah Pasha, pakar etiket, menjelaskan, “bahasa tubuh merupakan bahasa yang perlu kita pelajari karena mencakup sekitar 65% dari segala pesan yang terucap. Apabila pesan tidak terlihat konsisten dengan bahasa tubuh, maka bahasa tubuh Anda akan mengalahkan kata-kata Anda.

Pentingkah bahasa tubuh dalam bekerja? “orang yang rajin, jujur, dan cerdas banyak dicari. Namun, orang seperti itu, banyak dipasar tenaga kerja. Yang jadi rebutan perusahaan adalah orang yang memiliki karakter tersebut dan juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, rapi, dan berbasaha tubuh yang baik. Maka, orang lain merasa aman dan nyaman dalam berinteraksi dengannya serta merasakan manfaat kehadiran dalam dirinya.” jelas Rivalino Shaffar, Konsultan karier di Dunamis Organization Services.

Bahasa tubuh dilingkungan profesional sama pentingnya dibagian dunia manapun. Jo-Ann Vega, Presiden dari JV Career and Human Resources Consulting Services di new york menjelaskan bahwa bahasa tubuh bisa menyerang kata-kata Anda sendiri. “Pesan nonverbal kadang berlawanan dengan yang kita katakan. Bila pesan verbal Anda tidak serasi dengan bahasa tubuh, jelas kredibilitas Anda bisa diragukan karenakebanyakan pewawancara percaa pada pesan nonverbal.”

Menurut para ahli, gerakan nonverbal lebih penting dari pada kata-kata verbal. Studi menyimpulkan bahwa bahasa tubuh melibatkan 55% respon. Sementara konten verbal hanya bernilai 7% dan intonasi serta jeda mewakili 38%. Komunikasi nonverbal dinilai lebih eks-presif, jujur dan akurat daripada komunikasi verbal. Bahasa tubuh menyingkap kepercayaan dalam diri Anda. Sementara kata-kata bisa menipu. Bahasa tubuh adalah gerakan yang menampilkan alam bawah sadar Anda karena lebih spontan dan sulit dibuat-buat.

Dalam komunikasi face to face, seseorang lebih menyerap pesan melalui apa yang mereka lihat, dibanding apa yang didengar. Maka, komunikasi akan lebih efektif dengan memperhitungkan bahasa tubuh Anda dan orang lain. “Bahasa tubuh dalam karier sangat penting karena merupakan presentasi diri dalam berhubungan dengan orang lain. Bila ingin sukses dalam karier dan pergaulan, maka sebaiknya Anda berlatih untuk menerapkan bahasa tubuh sesuai dengan yang Anda maksudkan. Semakin baik Anda menjaga bahasa tubuh Anda maka semakin kuat berkomunikasi yang terjadi,” jelas Ayu Diah.

Jadi, bagaimana agar bahasa tubuh Anda tampil memesona? Bahasa tubuh dapat dilatih dengan cara menggerakkan tibuh Anda dimuka cermin. latihan yang teratur daat membantu mencapai ekspresi bahasa tubuh yang terbuka dan memberi kesan positif. “Membaca buku atau majalah yang mendukung juga sangat membantu. Atau, Anda dapat mengamati orang lain yang menurut Anda dapat mengamati orang lain menurut Anda sukses, melalui kehidupan sehari-hari,” tambah Rivalino Shaffar.

Paduan Bahasa Tubuh yang Menarik :

- Momen pertama

Anda akan dinilai mulai dari pertama kali menginjakkan kaki di calon perusahaan tempat kerja Anda. Selama menunggu sang pewawancara, jangan membuka catatan untuk menghafal jawaban wawancara nanti. Lebih baik, baca majalah yang tersedia, untuk menandakan bahwa Anda santai dan mencerminkan kepercayaan diri disaat kritis. Bila sekretaris atau resepsionis mempersilahkan masuk, masuki ruang pewawancara dengan percaya diri. Ucapkan salam dengan sopan dan jabat tangan yang mantap. banyak kandidat menunjukkan rasa tegang mereka lewat jabat tangan yang lemah. jangan langsung mulai berbicara, tunggu dulu sampai dipersilahkan duduk dan tempatkan diri padda posisi yang nyaman dan tidak kaku.

- Jarak yang aman

Tiap orang termasuk pewawancara punya zona nyamannya sendiri. Jangan mencondongkan badan berlebihan karena terkesan agresif. Saat menekankan poin penting, tunjukkan posisi yang santai, tapi tetap jaga kontak mata dan gestur yang ekspresif. Terlalu bersandar atau melihat kebawah bisa ditafsirkan sebagai minimnya kepercayaan diri.

- Cara bicara

Cara Anda berbicara terkadang lebih penting daripada apa yang Anda biscarakan. Gunakan nada natural dan tidak dibuat-buat. Suara relaks, hangat, berintonasi, dan ekspresi yang tepat penting digunakan untuk menunjukkan minat dan antusiasme selama wawancara. Bicara dengan santai, jangan seperti membaca berita. Jangan pula bicara terlalu pelan, halus, menggunakan terlalu banyak “ah” atau “uh” sehingga rasa gugup jelas terlihat. Hindari kalimat bertumpang tindih karena hal tersebut dapat menandakan Anda pribadi yang kurang terorganisir. Intonasi bicara yang stabil namun tidak monoton akan membuat lawan bicara tetap antusias terlibat dalam alur pembicaraan. Latihlah cara bicara Anda secara teratur.

- Jaga kontak mata

Selaraskan ekspresi muka dengan pembicaraan, daripada hanya datar-datar saja. tersenyumlah saat mengatakan sesuatu yang lucu dan jaga kontak mata yang menandai keterbukaan dan kejujuran. Namun, jangan terlalu berlebihan menatap atasan atau pewawancara. Pandangan lebih dari 10 detik dapat menyebabkan rasa tak nyaman atau menimbulkan ketegangan.

- Postur dan Gestur

Meski tidak mengatakan apapun, postur Anda berbicara banyak. Orang yang meletakkan kaki diatas meja atau menyilangkan tangan dibelakang kepala menandakan mereka percaya diri atau superior. Sebaiknya Anda relaks dan jangan kaku. Postur tubuh tidak perlu terlalu dikontrol atau dilatih. Bila gerakan mendukung perkataan, Anda akan terlihat percaya diri, ekspresif, dan terkendali.

- Perhatikan lawan bicara

Baca juga gestur lawan bicara. Mengangguk, berarti setuju atau mendorong Anda untuk terus berbicara. Sementara condong kedepan menunjukkan ketertarikan atau antusiasme. Sebaliknya, bila ia menekuk tangan, mengetuk-ngetukkan jari bisa berarti lawan biccara tidak terlalu tertarik dengan perkataan Anda.

- Antisipasi interupsi

Saat keheningan tercipta, biarkan momen berlalu apa adanya. Bila terjadi interupsi, misalnya sang lawan bicara menerima telepon, jangan terus memperhatikannya untuk memberinyya privasi. tetap tenang dan jangan terlihat bingung. Setelah interupsi selesai, ulangi lagi kalimat Anda dari awal. Anda akan memberi ruang cukup bagi lawan bicara.

sumber: cnn.com, careerbuilder.com

media2bfree.blogspot.com

Continue Reading...

Lulus Penilaian Soal Penampilan


Jangan salah, penampilan Anda dikantor juga menentukan kepastian melewati masa penilaian.

- Potongan

Bentuk-bentuk pakaian yang bisa mengaksentuasi bagian-bagian terbaik tubuh Anda adalah investasi terbaik untuk menjamin penampilan profesional di kantor. Banyak sekali opsi yang ditawarkan untuk wanita karier seperti Anda. Sekarang Anda hanya perlu mencari item mana saja yang bukan saja pas ditubuh tapi juga menarik dan terjangkau.

- Gaya

Kemewahan yang simpel itu lebih baik dibandingkan mencoba tampil gaya dikantor. Tapi sebenarnya keduanya memungkinkan dilakukan sekaligus. Memang bukan perihal mudah untuk mencari paddanan yang serasi, namun yang jelas, pintu kesempatan didunia karier akan terbentang lebar bila Anda bisa menguasainya. Memancarkan sikap profesional juga memberi Anda nilai plus.

- Warna

Bukan rahasia lagi kalau atribut wanita karier kebanyakan datang dalam warna hitam dan nuansa kelabu. Ini karena warna-warna konservatif tersebut dianggap aman. Walaupun begitu, warna-warna tadi justru paling mudah untuk dipadupadankan dengan curahan warna. Untuk kemeja atau scarf misalnya. Tapi sekarang ini Anda juga bisa menemukan koleksi pakaian kerja dengan desai dan warna yang lebih cerah.

- Rahasia Sukses

tekstur yang kontrs bisa membuat pakaian simpel tampak berkelas. Dan, jangan lupa untuk me-ngenakan sepatu yang tak kalah mantap!

Sumber: Cosmopolitan-Magazine

media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Dos and Don'ts: Saat First Impression


Dos:

- Ekspresikan siapa diri Anda dengan cara yang menyenangkan seperti tersenyum, nada suara yang ramah, serta bahasa tubuh yang positif.

- Kenakan busana yang cocok dengan situasi dan sitra yang ingin Anda tampilkan. Tujuannya? Agar Anda tampak profesional.

- Ciptakan suasana yang menyenangkan dengan topik-topik pembicaraan yang menarik. misalnya cerita sederhana yang lucu, kesamaan pengalaman, atau pun seputar hobi. Ini selalu berhasil.

Donts:

- Jangan berpakaian seenaknya. Meski sebenarnya Anda sangat suka mengenakan selop yang nyaman itu, mungkin ada baiknya kalau disimpan sejenak di rak sepatu saat Anda akan bertemu dengan klien.

- Meski klien yang Anda temui sangat menyebalkan, hindari bahasa tubuh yang tak simpatik. Seperti buang muka, cemberut enggan menyapa, tegang menghadapi kenalan baru, dan yang memberi kesan kalau Anda tidak respek juga sebaiknya dihindari jauh-jauh. Jangan sampai klien memberi laporan tak sedap tentang Anda ke kantor.


Pertahankan Kesan Baik

Kesan pertama yang baik sudah berhasil Anda menangkan. kini yang tak kalah pentingnya lagi, bagaimana Anda mempertahankannya.

- Ucapkan terima kasih di setiap akhir perjumpaan. “Ini untuk menunjukkan penghargaan Anda atas kesediaannya meluangkan waktu dengan Anda,” ujar Ayu Dyah.

- Jangan hanya mengobrol janji, tapi lakukan hal-hal yang sudah Anda janjikan selama pertemuan.

- Last but not least, jaga agar hubungan yang terbina selalu terpelihara.


Sumber: cosmopolitan-magazine

media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Kesan Pertama? Sangat Penting!



Sering was-was kal amenebak apa yang dipikirkan klien saat pertama kali bertemu dengan Anda? memang, banyak orang yang bilang kalu ingatan tentang kesan pertama yang salah, akan terus saja membekas untuk waktu yang cukup lama. Ooops, jangan sampai ini terjadi padda karier Anda.

Apakah Anda pernah merasa langsung “klik” saat pertama kali bertemu dengan calon klien atau ketika pertama berkenalan dengan si anak baru di kantor? padahal bertemu saja belum pernah sama sekali, apalagi berbincang-bincang. beberapa ada yang menyebutnya “chemistry”. Tapi ada istilah lainnya yang juga tak kalah populer, yaitu first impression atau kesan pertama.

First impression ini memang tak pelak lagi merupakan hal yang sangat penting saat Anda pertama kali bertemu dengan klien atau pun ketika melamar pekerjaan. Kenapa begitu? Karena bukan saja bisa menjadi bumerang jika Anda menciptakan persepsi yang salah.

Oke, tahukah Anda kalau saat bertemu dengan klien, calon atasan, calon mertua, atau siapa saja yang Anda temui untuk pertama kalinya, sembilan detik pertama adalah saat yang paling menentukan? Yup, sebenarnya itulah saat dimana lawan bicara sedang menilai Anda pada kesan pertama. Dan kalau berbicara soal first impression, sudah pasti tak jauh-jauh dari bagaimana Anda berpenampilan dan cara Anda membawa diri. Soal “dont judge a book by its cover” hanya berlaku setelah itu. Ayolah teman, Anda tak mungkin berharap si lawan bicara telah mengenal pribadi Anda sebelumnya, bukan?

“Yang dapat dipastikan adalah 99% kesan pertama dibentuk dari bagaimana Anda berpenampilan. Hal ini mulai dari cara berbusana, aksesori yang Anda kenakan, bahsa tubuh, termasuk juga usia, berat baddan, dan tinggi badan.” ujar Ayu Dyah Pasha, seorang pakar etika. Jadi pada intinya, secara simbolis penampilan Anda bisa mengkomunikasikan pesan yang amat kuat dan mempengaruhi perlakuan orang lain kepada Anda. Lalu satu hal lagi yang tak boleh Anda lupakan, Anda hanya punya satu kesempatan untuk membuat kesan pertama yang baik.

TIP

  1. Penampilan yang memukau

Pada umumnya, jika Anda bisa menimbulkan rasa simpati dari lawan bicara saat pertama kali Anda bertemu, bisa dibilang Anda juga otomatis akan punya peluang besar untuk menjalin hubungan yang baik dimasa depan. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah pemilihan pakaian yang tepat. Pakaian yang Anda kenakan bisa merefleksikan karakter Anda.

“Penampilan adalah business card Anda. Itulah hal pertama yang dilihat orang lain dan biasanya mereka juga akan membentuk penilaian terhadap Anda melalui penampilan,” seru Gregg Hall, seorang penulis dan internet marketer. Gaya berpakaian memang merupakan selera pribadi. tapi ingat, tak jarang, lho, orang membuat asumsi yang tergantung dari cara Anda berpakaian. jadi amannya, pilihlah pakaian yang tidak membuat Anda terlihat terlalu kekanak-kanakan atau justru terlalu tua. Berpakaianlah yang sesuai dengan situasi dan kondisi, jangan sampai over atau pun underdress.

Saran untuk paduan gaya berbusana yang bisa masuk ke semua jenis pertemuan adalah dengan bergaya smart casual. Atau Anda dapat menitu gaya orang yang akan Anda temui,” Seru Ay Dyah. Misalnya saja Anda akan bertemu dengan seorang lawyer, maka Anda dapat mengenakan gaya yang formal. Pilihan warna busana yang solid seperti biru tua abu-abu, atau hitam. berbeda dengan ketika Anda hendak bertemu dengan orang advertising agency, Anda bisa menerapkan gaya yang lebih “fun” dan seringkali kasual.

  1. Kebersihan Diri

“Baju yang representatif? Check! Aksesori penunjang yang tak berlebihan? Check! Merapikan kuku? Oops!” Jangan sampai detil seimpel ini Anda lewatkan. Rambut dan, meski kelihatan sepele, kebersihan kuku juga tak kalah pentingnya. Jangan sampai si calon klien mengernyit melihat kuku Anda kala memberikan kartu nama. Oh, itu mimpi buruk.

  1. Bahasa Tubuh

Penampilan sudah oke, kini giliran bahasa tubuh. Anda tentu tahu kalau sekitar 70% dari komunikasi terjalin bukan dari apa yang Anda ucapkan lewat kata-kata, tapi justru dari bahasa nonverbal. Namun, ternyata untuk kasus first impression, bahasa tubuh mempengaruhi sampai 90% dari penilaian Anda. Jadi jangan ppernah anggap enteng bahasa tubuh. Tetapkan body language yang menyenangkan dan terlihat profesional, karena dua hal ini dapat membuat Anda memperoleh perhatian dan penghargaan.

“Pasang sikap

  1. Jabat Tangan

Urusan yang satu ini memang hanya terjadi sekitar beberapa detik, tapi efek yang ditimbulkan ternyata cukup besar. Berjabat tangan adalah saat untuk menciptakan atmosfer keramahan dan persahabatan. Anda melakukan ini ketika bertemu klien yang baru untuk pertama kalinya atau tidak bertemu setelah jangka waktu yang lama.

Jangan langsung menyambar tangan lawan bicara Anda kemudian dengan penug semangat bersalaman selama lima... atau sepuluh detik, hingga meninggalkan jejak kemerahan pada punggung tangannya. big no-no. yang perlu Anda lakukan, sambut tangannya, ada baiknya Anda tunggu klien yang lebih dulu menggenggam tangan Anda. Ini untuk menghindari kemungkinan Anda menjabat tangannya terlalu keras. lalu akhiri dengan satu hentakan mantap. A firm handshake akan menyampaikan pesan kalau Anda adalah seorang yang penuh percaya diri dan kompeten. Sedangkan, terutama untuk kultur di luar negeri, a limp hand-shake bisa membuat Anda dinilai tidak menghargai lawan bicara.

  1. Kontak Mata

Mata adalah jendela hati. This is so true. “Melalui kontak mata, Anda tak hanya memancarkan aura percaya diri, tapi Anda juga memberi tahu lawan bicara Anda kalau Anda menyimak dengan baik apa yang sedang ia sampaikan,” seru C> Okezie pemilik SIMPLEnetworking. Itu artinya, Anda akan dinilai sebagai seorang yang mau belajar. Lalu tak hanya sampai disitu, Anda juga akan memberi kesan kalau Anda punya kemampuan berkomunikasi yang bagus. Ingatlah kalau dalam berkomunikasi, kemampuan untuk mendengar sama pentingnya dengan kemampuan berbicara. Dan tidak semua orang, lho, dianugerahi dengan kemampuan mendengarkan dengan baik. Tapi, hati-hati, jangan sampai karena terlalu ingin memberikan kesan, “Saya perhatian dan sangat menyimak perkataan Anda,” klien justru mengira Anda sedang memelototinya.

  1. Tersenyumlah

Sederhana, tapi efektif. Sepertinya sudah bukan rahasia lagi kalau seseorang akan memilih menjalankan bisnis dengan orang yang disukai dan bisa dipercaya. Jadi, ketika Anda sedang memperkenalkan diri atau hendak membangun suatu ikatan bisnis, jangan lupa tunjukkan kalau Anda adalah seorang yang tulus bersahabat. Kuncinya? Relaks saja dan jangan lupa pasang senyum, teman. Bukan senyum nakal nan menggoda, tapi senyum yang menunjukkan kalau Anda adalah wanita yang ramah dan profesional. Sekedar tip, jangan lupa menggunakan pasta gigi beraroma mint untuk memastikan Anda tak akan membuat wajah klien mendadak berubah ungu ketika Anda mulai tertawa.


Sumber: cosmopolitan-Magazine

media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Jumat, 20 Februari 2009

Apa ciegh Val dayZ ??!!

Nagh biar pada taw n Biar nggak sooOk taw .. yuuks kita simak : Apa ciegh Valentine tugh N maknanya ap??

Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day), pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari di mana para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat. Asal-muasalnya yang gelap sebagai sebuah hari raya Katolik Roma didiskusikan di artikel Santo Valentinus. Beberapa pembaca mungkin ingin membaca entri Valentinius pula. Hari raya ini tidak mungkin diasosiasikan dengan cinta yang romantis sebelum akhir Abad Pertengahan ketika konsep-konsep macam ini diciptakan.

Hari raya ini sekarang terutama diasosiasikan dengan para pencinta yang saling bertukaran notisi-notisi dalam bentuk "valentines". Simbol modern Valentine antara lain termasuk sebuah kartu berbentuk hati dan gambar sebuah Cupido (Inggris: cupid) bersayap. Mulai abad ke-19, tradisi penulisan notisi pernyataan cinta mengawali produksi kartu ucapan secara massal. The Greeting Card Association (Asosiasi Kartu Ucapan AS) memperkirakan bahwa di seluruh dunia sekitar satu milyar kartu valentine dikirimkan per tahun. Hal ini membuat hari raya ini merupakan hari raya terbesar kedua setelah Natal di mana kartu-kartu ucapan dikirimkan. Asosiasi yang sama ini juga memperkirakan bahwa para wanitalah yang membeli kurang lebih 85% dari semua kartu valentine.

Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.

Sebuah kencan pada hari Valentine seringkali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya valentine itu Merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada Pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.

Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka, namun jarang kepada teman pria lainnya. Kecuali kedua-duanya adalah kaum homoseksual.

Sejarah Hari Valentine

Perayaan Kesuburan bulan Februari

Asosiasi pertengahan bulan Februari dengan cinta dan kesuburan sudah ada sejak dahulukala. Menurut tarikh kalender Athena kuno, periode antara pertengahan Januari dengan pertengahan Februari adalah bulan Gamelion, yang dipersembahkan kepada pernikahan suci Dewa Zeus dan Hera.

Di Roma kuno, 15 Februari adalah hari raya Lupercalia, sebuah perayaan Lupercus, dewa kesuburan, yang dilambangkan setengah telanjang dan berpakaian kulit kambing. Sebagai bagian dari ritual penyucian, para pendeta Lupercus meyembahkan korban kambing kepada sang dewa dan kemudian setelah minum anggur, mereka akan lari-lari di jejalanan kota Roma sembari membawa potongan-potongan kulit domba dan menyentuh siapa pun yang mereka jumpai. Terutama wanita-wanita muda akan maju secara sukarela karena percaya bahwa dengan itu mereka akan dikarunia kesuburan dan bisa melahirkan dengan mudah.

Hari Raya Gereja

Menurut Ensiklopedi Katolik (Catholic Encyclopaedia 1908), nama Valentinus paling tidak bisa merujuk tiga martir atau santo (orang suci) yang berbeda:

* seorang pastur di Roma
* seorang uskup Interamna (modern Terni)
* seorang martir di provinsi Romawi Africa.

Koneksi antara ketiga martir ini dengan hari raya cinta romantis tidak jelas. Bahkan Paus Gelasius I, pada tahun 496, menyatakan bahwa sebenarnya tidak ada yang diketahui mengenai martir-martir ini namun hari 14 Februari ditetapkan sebagai hari raya peringatan santo Valentinus. Ada yang mengatakan bahwa Paus Gelasius I sengaja menetapkan hal ini untuk mengungguli hari raya Lupercalia yang dirayakan pada tanggal 15 Februari.

Sisa-sisa kerangka yang digali dari makam Santo Hyppolytus dia Via Tibertinus dekat Roma, diidentifikasikan sebagai jenazah St. Valentinus. Kemudian ditaruh dalam sebuah peti emas dan dikirim ke gereja Whitefriar Street Carmelite Church di Dublin, Irlandia. Jenazah ini telah diberikan kepada mereka oleh Paus Gregorius XVI pada 1836. Banyak wisatawan sekarang yang berziarah ke gereja ini pada hari Valentine, di mana peti emas diarak-arak dalam sebuah prosesi khusyuk dan dibawa ke sebuah altar tinggi. Pada hari itu sebuah misa khusus diadakan dan dipersembahkan kepada para muda-mudi dan mereka yang sedang menjalin hubungan cinta.

Hari raya ini dihapus dari kalender gerejawi pada tahun 1969 sebagai bagian dari sebuah usaha yang lebih luas untuk menghapus santo-santa yang asal-muasalnya bisa dipertanyakan dan hanya berbasis legenda saja. Namun pesta ini masih dirayakan pada paroki-paroki tertentu.

Valentinius

Guru ilmu gnostisisme yang berpengaruh Valentinius, adalah seorang calon uskup Roma pada tahun 143. Dalam ajarannya, tempat tidur pelaminan memiliki tempat yang utama dalam versi Cinta Kasih Kristianinya. Penekanannya ini jauh berbeda dengan konsep... dalam agama Kristen yang umum. Stephan A. Hoeller, seorang pakar, menyatakan pendapatnya tentang Valentinius mengenai hal ini: "Selain sakramen permandian, penguatan, ekaristi, imamat dan perminyakan, aliran gnosis Valentinius juga secara prominen menekankan dua sakramen agung dan misterius yang dipanggil "penebusan dosa" (apolytrosis) dan "tempat pelaminan"..." [1].

Era abad pertengahan

Catatan pertama dihubungkannya hari raya Santo Valentinus dengan cinta romantis adalah pada abad ke-14 di Inggris dan Perancis, di mana dipercayai bahwa 14 February adalah hari ketika burung mencari pasangan untuk kawin. Kepercayaan ini ditulis pada karya sang sastrawan Inggris Pertengahan ternama Geoffrey Chaucer pada abad ke-14. Ia menulis di cerita Parlement of Foules (“Percakapan Burung-Burung”) bahwa

For this was sent on Seynt Valentyne's day (“Bahwa inilah dikirim pada hari Santo Valentinus”)
Whan every foul cometh ther to choose his mate (“Saat semua burung datang ke sana untuk memilih pasangannya”)

Pada jaman itu bagi para pencinta sudah lazim untuk bertukaran catatan pada hari ini dan memanggil pasanagan mereka "Valentine" mereka. Sebuah kartu Valentine yang berasal dari abad ke-14 konon merupakan bagian dari koleksi pernaskahan British Library di London. Kemungkinan besar banyak legenda-legenda mengenai santo Valentinus diciptakan pada jaman ini. Beberapa di antaranya bercerita bahwa:

* Sore hari sebelum santo Valentinus akan gugur sebagai martir (mati syuhada), ia menulis sebuah pernyataan cinta kecil yang diberikannya kepada sipir penjaranya yang tertulis "Dari Valentinusmu".
* Ketika serdadu Romawi dilarang menikah oleh Kaisar Claudius II, santo Valentinus secara rahasia membantu menikahkan mereka.

Pada kebanyakan versi legenda-legenda ini, 14 Februari dihubungkan dengan keguguran sebagai martir.

Hari Valentine pada era modern

Hari Valentine kemungkinan diimpor oleh Amerika Utara dari Britania Raya, negara yang mengkolonisasi daerah tersebut. Di Amerika Serikat kartu Valentine pertama yang diproduksi secara massal dicetak setelah tahun 1847 oleh Esther A. Howland (1828 – 1904) dari Worcester, Massachusetts. Ayahnya memiliki sebuah toko buku dan toko peralatan kantor yang besar dan ia mendapat ilham untuk memproduksi kartu dari sebuah kartu Valentine Inggris yang ia terima. (Semenjak tahun 2001, The Greeting Card Association setiap tahun mengeluarkan penghargaan "Esther Howland Award for a Greeting Card Visionary".)

Tradisi Hari Valentine di negara-negara non-Barat

Di Jepang, Hari Valentine sudah muncul berkat marketing besar-besaran, sebagai hari di mana para wanita memberi para pria yang mereka senangi permen cokelat. Namun hal ini tidaklah dilakukan secara sukarela melainkan menjadi sebuah kewajiban, terutama bagi mereka yang bekerja di kantor-kantor. Mereka memberi cokelat kepada para teman kerja pria mereka, kadangkala dengan biaya besar. Cokelat ini disebut sebagai Giri-choko, dari kata giri (kewajiban) dan choco (cokelat). Lalu berkat usaha marketing lebih lanjut, sebuah hari balasan, disebut “Hari Putih”(White Day) muncul. Pada hari ini (14 Maret), pria yang sudah mendapat cokelat pada hari Valentine diharapkan memberi sesuatu kembali.

Di Taiwan, sebagai tambahan dari Hari Valentine dan Hari Putih, masih ada satu hari raya lainnya yang mirip dengan kedua hari raya ini ditilik dari fungsinya. Namanya adalah "Hari Raya Anak Perempuan" (Qi Xi). Hari ini diadakan pada hari ke-7, bulan ke-7 menurut tarikh kalender kamariyah Tionghoa.

Di Indonesia, budaya bertukaran surat ucapan antar kekasih juga mulai muncul. Budaya ini cenderung menjadi budaya populer dan konsumtif karena perayaan valentine lebih banyak ditujukan sebagai ajakan pembelian barang-barang yang terkait dengan valentine seperti kotak coklat, perhiasan dan boneka. Pertokoan dan media (stasium TV, radio, dan majalah remaja) terutama di kota-kota besar di Indonesia marak mengadakan acara-acara yang berkaitan dengan valentine.


Sumber : wikipedia.com
Continue Reading...