Senin, 30 Maret 2009

Bahasa Tubuh = Kata-Kata lain?


Bahasa tubuh dapat menyampaikan pesan dengan tegas dan menyiratkan semangan Anda dalam dunia kerja!

Company profile perusahaan incaran telah Anda baca berikut perkembangan terbarunya. Jawaban terbaik juga telah dipersiapkan untuk wawancara nanti. baju andalan sudah terpajang rapi dan siap untuk dikenakan saat hari h-nya tiba. Jadi, sudah siapkah Anda? Belum tentu! beberapa manajer mengaku mereka bisa mendeteksi calon pekerja potensial hanya dalam waktu 30 detik saja. faktor utamanya bisa jaddi penampilan, dan jelas hal tersebut terkait dengan bahasa tubuh Anda.

Bagaimana mempresentasikan diri Anda memegang peranan yang sangat penting bagi karier. Apapun posisi Anda, cara membawakan diri, cara berbicara, bahasa tubuh, jelas menyeimbangi karakter pribadi. Ayu Diah Pasha, pakar etiket, menjelaskan, “bahasa tubuh merupakan bahasa yang perlu kita pelajari karena mencakup sekitar 65% dari segala pesan yang terucap. Apabila pesan tidak terlihat konsisten dengan bahasa tubuh, maka bahasa tubuh Anda akan mengalahkan kata-kata Anda.

Pentingkah bahasa tubuh dalam bekerja? “orang yang rajin, jujur, dan cerdas banyak dicari. Namun, orang seperti itu, banyak dipasar tenaga kerja. Yang jadi rebutan perusahaan adalah orang yang memiliki karakter tersebut dan juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik, rapi, dan berbasaha tubuh yang baik. Maka, orang lain merasa aman dan nyaman dalam berinteraksi dengannya serta merasakan manfaat kehadiran dalam dirinya.” jelas Rivalino Shaffar, Konsultan karier di Dunamis Organization Services.

Bahasa tubuh dilingkungan profesional sama pentingnya dibagian dunia manapun. Jo-Ann Vega, Presiden dari JV Career and Human Resources Consulting Services di new york menjelaskan bahwa bahasa tubuh bisa menyerang kata-kata Anda sendiri. “Pesan nonverbal kadang berlawanan dengan yang kita katakan. Bila pesan verbal Anda tidak serasi dengan bahasa tubuh, jelas kredibilitas Anda bisa diragukan karenakebanyakan pewawancara percaa pada pesan nonverbal.”

Menurut para ahli, gerakan nonverbal lebih penting dari pada kata-kata verbal. Studi menyimpulkan bahwa bahasa tubuh melibatkan 55% respon. Sementara konten verbal hanya bernilai 7% dan intonasi serta jeda mewakili 38%. Komunikasi nonverbal dinilai lebih eks-presif, jujur dan akurat daripada komunikasi verbal. Bahasa tubuh menyingkap kepercayaan dalam diri Anda. Sementara kata-kata bisa menipu. Bahasa tubuh adalah gerakan yang menampilkan alam bawah sadar Anda karena lebih spontan dan sulit dibuat-buat.

Dalam komunikasi face to face, seseorang lebih menyerap pesan melalui apa yang mereka lihat, dibanding apa yang didengar. Maka, komunikasi akan lebih efektif dengan memperhitungkan bahasa tubuh Anda dan orang lain. “Bahasa tubuh dalam karier sangat penting karena merupakan presentasi diri dalam berhubungan dengan orang lain. Bila ingin sukses dalam karier dan pergaulan, maka sebaiknya Anda berlatih untuk menerapkan bahasa tubuh sesuai dengan yang Anda maksudkan. Semakin baik Anda menjaga bahasa tubuh Anda maka semakin kuat berkomunikasi yang terjadi,” jelas Ayu Diah.

Jadi, bagaimana agar bahasa tubuh Anda tampil memesona? Bahasa tubuh dapat dilatih dengan cara menggerakkan tibuh Anda dimuka cermin. latihan yang teratur daat membantu mencapai ekspresi bahasa tubuh yang terbuka dan memberi kesan positif. “Membaca buku atau majalah yang mendukung juga sangat membantu. Atau, Anda dapat mengamati orang lain yang menurut Anda dapat mengamati orang lain menurut Anda sukses, melalui kehidupan sehari-hari,” tambah Rivalino Shaffar.

Paduan Bahasa Tubuh yang Menarik :

- Momen pertama

Anda akan dinilai mulai dari pertama kali menginjakkan kaki di calon perusahaan tempat kerja Anda. Selama menunggu sang pewawancara, jangan membuka catatan untuk menghafal jawaban wawancara nanti. Lebih baik, baca majalah yang tersedia, untuk menandakan bahwa Anda santai dan mencerminkan kepercayaan diri disaat kritis. Bila sekretaris atau resepsionis mempersilahkan masuk, masuki ruang pewawancara dengan percaya diri. Ucapkan salam dengan sopan dan jabat tangan yang mantap. banyak kandidat menunjukkan rasa tegang mereka lewat jabat tangan yang lemah. jangan langsung mulai berbicara, tunggu dulu sampai dipersilahkan duduk dan tempatkan diri padda posisi yang nyaman dan tidak kaku.

- Jarak yang aman

Tiap orang termasuk pewawancara punya zona nyamannya sendiri. Jangan mencondongkan badan berlebihan karena terkesan agresif. Saat menekankan poin penting, tunjukkan posisi yang santai, tapi tetap jaga kontak mata dan gestur yang ekspresif. Terlalu bersandar atau melihat kebawah bisa ditafsirkan sebagai minimnya kepercayaan diri.

- Cara bicara

Cara Anda berbicara terkadang lebih penting daripada apa yang Anda biscarakan. Gunakan nada natural dan tidak dibuat-buat. Suara relaks, hangat, berintonasi, dan ekspresi yang tepat penting digunakan untuk menunjukkan minat dan antusiasme selama wawancara. Bicara dengan santai, jangan seperti membaca berita. Jangan pula bicara terlalu pelan, halus, menggunakan terlalu banyak “ah” atau “uh” sehingga rasa gugup jelas terlihat. Hindari kalimat bertumpang tindih karena hal tersebut dapat menandakan Anda pribadi yang kurang terorganisir. Intonasi bicara yang stabil namun tidak monoton akan membuat lawan bicara tetap antusias terlibat dalam alur pembicaraan. Latihlah cara bicara Anda secara teratur.

- Jaga kontak mata

Selaraskan ekspresi muka dengan pembicaraan, daripada hanya datar-datar saja. tersenyumlah saat mengatakan sesuatu yang lucu dan jaga kontak mata yang menandai keterbukaan dan kejujuran. Namun, jangan terlalu berlebihan menatap atasan atau pewawancara. Pandangan lebih dari 10 detik dapat menyebabkan rasa tak nyaman atau menimbulkan ketegangan.

- Postur dan Gestur

Meski tidak mengatakan apapun, postur Anda berbicara banyak. Orang yang meletakkan kaki diatas meja atau menyilangkan tangan dibelakang kepala menandakan mereka percaya diri atau superior. Sebaiknya Anda relaks dan jangan kaku. Postur tubuh tidak perlu terlalu dikontrol atau dilatih. Bila gerakan mendukung perkataan, Anda akan terlihat percaya diri, ekspresif, dan terkendali.

- Perhatikan lawan bicara

Baca juga gestur lawan bicara. Mengangguk, berarti setuju atau mendorong Anda untuk terus berbicara. Sementara condong kedepan menunjukkan ketertarikan atau antusiasme. Sebaliknya, bila ia menekuk tangan, mengetuk-ngetukkan jari bisa berarti lawan biccara tidak terlalu tertarik dengan perkataan Anda.

- Antisipasi interupsi

Saat keheningan tercipta, biarkan momen berlalu apa adanya. Bila terjadi interupsi, misalnya sang lawan bicara menerima telepon, jangan terus memperhatikannya untuk memberinyya privasi. tetap tenang dan jangan terlihat bingung. Setelah interupsi selesai, ulangi lagi kalimat Anda dari awal. Anda akan memberi ruang cukup bagi lawan bicara.

sumber: cnn.com, careerbuilder.com

media2bfree.blogspot.com

1 komentar:

Hypnotherapy on 30 Maret 2009 pukul 23.50 mengatakan...

Artikel bahasa tubuh percaya diri yang sangat bagus. Salam kenal & sukses ......