
Sering was-was kal amenebak apa yang dipikirkan klien saat pertama kali bertemu dengan Anda? memang, banyak orang yang bilang kalu ingatan tentang kesan pertama yang salah, akan terus saja membekas untuk waktu yang cukup lama. Ooops, jangan sampai ini terjadi padda karier Anda.
First impression ini memang tak pelak lagi merupakan hal yang sangat penting saat Anda pertama kali bertemu dengan klien atau pun ketika melamar pekerjaan. Kenapa begitu? Karena bukan saja bisa menjadi bumerang jika Anda menciptakan persepsi yang salah.
- Penampilan yang memukau
Pada umumnya, jika Anda bisa menimbulkan rasa simpati dari lawan bicara saat pertama kali Anda bertemu, bisa dibilang Anda juga otomatis akan punya peluang besar untuk menjalin hubungan yang baik dimasa depan. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah pemilihan pakaian yang tepat. Pakaian yang Anda kenakan bisa merefleksikan karakter Anda.
“Penampilan adalah business card Anda. Itulah hal pertama yang dilihat orang lain dan biasanya mereka juga akan membentuk penilaian terhadap Anda melalui penampilan,” seru Gregg Hall, seorang penulis dan internet marketer. Gaya berpakaian memang merupakan selera pribadi. tapi ingat, tak jarang, lho, orang membuat asumsi yang tergantung dari cara Anda berpakaian. jadi amannya, pilihlah pakaian yang tidak membuat Anda terlihat terlalu kekanak-kanakan atau justru terlalu tua. Berpakaianlah yang sesuai dengan situasi dan kondisi, jangan sampai over atau pun underdress.
“Saran untuk paduan gaya berbusana yang bisa masuk ke semua jenis pertemuan adalah dengan bergaya smart casual. Atau Anda dapat menitu gaya orang yang akan Anda temui,” Seru Ay Dyah. Misalnya saja Anda akan bertemu dengan seorang lawyer, maka Anda dapat mengenakan gaya yang formal. Pilihan warna busana yang solid seperti biru tua abu-abu, atau hitam. berbeda dengan ketika Anda hendak bertemu dengan orang advertising agency, Anda bisa menerapkan gaya yang lebih “fun” dan seringkali kasual.
- Kebersihan Diri
“Baju yang representatif? Check! Aksesori penunjang yang tak berlebihan? Check! Merapikan kuku? Oops!” Jangan sampai detil seimpel ini Anda lewatkan. Rambut dan, meski kelihatan sepele, kebersihan kuku juga tak kalah pentingnya. Jangan sampai si calon klien mengernyit melihat kuku Anda kala memberikan kartu nama. Oh, itu mimpi buruk.
- Bahasa Tubuh
Penampilan sudah oke, kini giliran bahasa tubuh. Anda tentu tahu kalau sekitar 70% dari komunikasi terjalin bukan dari apa yang Anda ucapkan lewat kata-kata, tapi justru dari bahasa nonverbal. Namun, ternyata untuk kasus first impression, bahasa tubuh mempengaruhi sampai 90% dari penilaian Anda. Jadi jangan ppernah anggap enteng bahasa tubuh. Tetapkan body language yang menyenangkan dan terlihat profesional, karena dua hal ini dapat membuat Anda memperoleh perhatian dan penghargaan.
“Pasang sikap
- Jabat Tangan
Urusan yang satu ini memang hanya terjadi sekitar beberapa detik, tapi efek yang ditimbulkan ternyata cukup besar. Berjabat tangan adalah saat untuk menciptakan atmosfer keramahan dan persahabatan. Anda melakukan ini ketika bertemu klien yang baru untuk pertama kalinya atau tidak bertemu setelah jangka waktu yang lama.
Jangan langsung menyambar tangan lawan bicara Anda kemudian dengan penug semangat bersalaman selama lima... atau sepuluh detik, hingga meninggalkan jejak kemerahan pada punggung tangannya. big no-no. yang perlu Anda lakukan, sambut tangannya, ada baiknya Anda tunggu klien yang lebih dulu menggenggam tangan Anda. Ini untuk menghindari kemungkinan Anda menjabat tangannya terlalu keras. lalu akhiri dengan satu hentakan mantap. A firm handshake akan menyampaikan pesan kalau Anda adalah seorang yang penuh percaya diri dan kompeten. Sedangkan, terutama untuk kultur di luar negeri, a limp hand-shake bisa membuat Anda dinilai tidak menghargai lawan bicara.
- Kontak Mata
Mata adalah jendela hati. This is so true. “Melalui kontak mata, Anda tak hanya memancarkan aura percaya diri, tapi Anda juga memberi tahu lawan bicara Anda kalau Anda menyimak dengan baik apa yang sedang ia sampaikan,” seru C> Okezie pemilik SIMPLEnetworking. Itu artinya, Anda akan dinilai sebagai seorang yang mau belajar. Lalu tak hanya sampai disitu, Anda juga akan memberi kesan kalau Anda punya kemampuan berkomunikasi yang bagus. Ingatlah kalau dalam berkomunikasi, kemampuan untuk mendengar sama pentingnya dengan kemampuan berbicara. Dan tidak semua orang, lho, dianugerahi dengan kemampuan mendengarkan dengan baik. Tapi, hati-hati, jangan sampai karena terlalu ingin memberikan kesan, “Saya perhatian dan sangat menyimak perkataan Anda,” klien justru mengira Anda sedang memelototinya.
- Tersenyumlah
Sederhana, tapi efektif. Sepertinya sudah bukan rahasia lagi kalau seseorang akan memilih menjalankan bisnis dengan orang yang disukai dan bisa dipercaya. Jadi, ketika Anda sedang memperkenalkan diri atau hendak membangun suatu ikatan bisnis, jangan lupa tunjukkan kalau Anda adalah seorang yang tulus bersahabat. Kuncinya? Relaks saja dan jangan lupa pasang senyum, teman. Bukan senyum nakal nan menggoda, tapi senyum yang menunjukkan kalau Anda adalah wanita yang ramah dan profesional. Sekedar tip, jangan lupa menggunakan pasta gigi beraroma mint untuk memastikan Anda tak akan membuat wajah klien mendadak berubah ungu ketika Anda mulai tertawa.
Sumber: cosmopolitan-Magazine
media2bfree.blogspot.com


0 komentar:
Posting Komentar