Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Psikologi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2008

Hubungan Chatting dan Selingkuh

Semakin banyak orang menikah yang memanfaatkan fasilitas chatting di Internet untuk memperoleh hiburan lain dari lawan jenis yang bukan pasangannya, demikian temuan sebuah penelitian di AS yang dilaksanakan baru-baru ini.

Menurut penyelidikan yang dilakukan peneliti dari Universitas Florida, para chatter yang terlibat hubungan dengan orang lain di Internet itu tidak merasa tindakannya salah, apalagi mengancam rumah tangga mereka. Padahal di lain pihak, banyak pasangan yang beranggapan hubungan lewat jagad maya itu termasuk pengkhianatan, meski dalam banyak kasus para chatter tidak melakukan kontak fisik.

"Internet sepertinya akan menjadi salah satu bentuk umum ketidaksetiaan, atau bahkan sudah," ujar Beatriz Mileham dari Universitas Florida, peneliti kasus ini. "Sebelumnya tidak pernah seorang pria atau wanita yang sudah menikah menemukan ’kencan’ atau ’teman selingkuh’ semudah ini."

Getaran Seksual

Senada dengan penelitian Mileham, sebuah grup konseling di AS mengatakan bahwa chat room sekarang telah menjadi salah satu penyebab tercepat retaknya hubungan suami-istri. "Masalah itu bisa menjadi lebih parah seiring dengan makin banyaknya orang yang online dan gemar chatting," papar Mileham.

Dalam penelitian yang dilakukannya, Mileham mewawancarai beberapa pria dan wanita yang menggunakan chat room sebagai tempat mencari ’teman’. Ia mendapatkan bahwa kebanyakan orang yang chatting dengan partner yang sama lama-lama akan jatuh cinta padanya. Rasa jatuh cinta itu tidak seperti jatuh cinta pada pasangannya, tapi ada sisi-sisi erotis bahwa mereka tidak saling tahu, dan tidak ada rasa harus bertanggungjawab. Pendek kata banyak orang yang jatuh cinta karena bebasnya hubungan itu.

"Di situ kita bisa membicarakan apa saja tanpa harus dibebani rasa malu," ujar seorang responden pria. "Orang juga merasa lebih bebas karena mereka tidak harus bertemu mata secara langsung pada awal perkenalan mereka."

Mengapa orang berpetualang di chat room? Menurut penelitian, penyebab utamanya adalah kebosanan, pasangan yang tidak lagi bergairah secara seksual, pasangan yang tidak menarik, keinginan untuk mencoba sesuatu yang lain, atau hanya sekedar main-main.

"Alasan utama yang diutarakan para pria adalah tidak harmonisnya kehidupan seksual dalam perkawinan mereka," tandas Mileham. "Banyak diantaranya mengatakan bahwa istri mereka terlalu disibukkan dengan urusan anak-anak sehingga tidak lagi tertarik untuk melakukan hubungan seksual."

Dari Virtual Menjadi Kenyataan

Berdasar penelitian, Mileham menemukan pula bahwa apa yang mulanya merupakan chatting pertemanan seringkali menjadi hubungan yang lebih serius. Hampir sepertiga dari responden mengaku pernah menemui teman kencannya. Di antara mereka yang melakukan pertemuan tersebut, nyaris seluruhnya berakhir dengan perselingkuhan sungguhan.

"Dengan kondisi tersebut, tidak heran bila aktivitas seksual online merupakan penyebab utama dalam masalah perkawinan di masa mendatang," kata Al Cooper, pengarang buku Sex And The Internet: A Guidebook For Clinicians.

"Banyak masalah yang berawal dari kegenitan online, dan berakhir pada perceraian. Jadi berhati-hatilah!" demikian diperingatkan Cooper.

sumber: Kompas
Continue Reading...

Sabtu, 06 Desember 2008

Tanda Pria Selingkuh di Dunia Maya


Perselingkuhan dunia maya saat ini tampaknya tak dapat dihindari. Apa kira-kira yang bisa Anda lakukan? Asal tahu saja, epidemik ini dapat meningkatkan angka perceraian, lho! Lalu, bagaimana Anda mengetahui pasangan mengkhinati janji perkawaninan dengan berselingkuh di dunia maya?

Jika perkawinan Anda berdua sedang berada dalam masalah, petunjuk-petunjuk di bawah ini akan dapat membantu Anda menjadi wasit. Namun hati-hati, petunjuk ini bukan konfirmasi atas perselingkuhan, tetapi hanya merupakan indkator yang memungkinkan untuk Anda perhatikan.

1. Pasangan menghabiskan waktu yang berlebihan di internet.
Siapa, sih, yang tidak menggunakan komputer saat ini? Hampir semua orang membutuhkan komputer. Jika pasangan sangat sulit diganggu pada saat ia sedang di depan komputer, cari tahu penyebabnya sebelum terlambat!

2. Dia merahasiakan password e-mailnya.
Apakah Anda melihat kebutuhan pasangan sangat besar terhadap keleluasaan menggunakan komputer? Apakah ia menolak pada saat anda menanyakan password-nya? Apakah ada yang disembunyikannya? Pertanyaan-pertanyaan ini semuanya mempunyai jawaban yang jelas. Tindakan menyembunyikan informasi merupakan sikap berbohong yang alami. Setiap pasangan menunjukkan sikap menyimpan rahasia, ini menunjukkan ada sesuatu yang tengah ia sembunyikan. Sebaliknya, pria merasa seakan-akan Anda sedang meminta pertanggungjawaban darinya.

3. Menggunakan komputer setelah Anda tertidur, sudah tidur nyenyak, atau di tengah malam.
Pernahkan Anda terbangun tanpa pasangan berada di sisi Anda, dan menemukannya sedang asyik di depan komputer? Jika ini sudah menjadi pola kebiasaanya, Anda wajib khawatir! Sesekali tentu ada tuntutan pekerjaan yang membuat seseorang terpaksa menyelesaikan pekerjaannya di rumah, tetapi tentu tidak g=harus etiap malam, bukan?

4. Pasangan Anda segera mematikan komputer secara tiba-tiba pada saat Anda mendekat.
Si Dia memperlihatkan sikap panik. Rasionalisasi pada otak pria adalah, "Pada saat segala kemungkinan rencana bisa gagal, segera matikan agar tak tertangkap basah". Tindakan bodoh ini juga disebut "dentaman komputer" dan berpotensi merusak, baik hardware maupun software komputer. Hilangnya dokumen terjadi pada saat komputer dimatikan tiba-tiba. Perilaku ini merupakan indikator signifikan dari perilaku yang menyimpang.

5. Posisi komputer dan monitor diletakkan di tempat yang tak mudah terlihat.
Penelitian bahasa tubuh menjadi berguna pada banyak investigasi, terutama pada mereka yang melakukan pemeriksaan deteksi kebohongan. Tanda nyata dari berbohong dan kesalahan umum yang dilakukan pembohong adalah menutup-nutupi sesuatu. Pembohong memerlukan waktu untuk menutup layar, mematikan monitor, atau mengubah ke halaman internet yang lain pada saat merasa terancam. Sengaja memindahkan halaman, mematikan internet, atau laptop dari pandangan Anda merupakan indikasi pria tak ingin pasangannya melihat sesuatu di layar monitornya.

6. Secara otomatis membersihkan semua jejak internet seusai sesi chatting, penggunaan atau pemasangan software.
Biasanya komputer dipenuhi oleh berbagai dokumen. Komputer akan bekerja lebih cepat jika tidak terlalu dibebani banyak dokumen di dalamnya. Hal ini menuntut pemeliharaan yang hati-hati bagi setiap penggunanya. Apakah hal ini sudah mencurigakan Anda?

7. Memperlihatkan kebutuhan yang kompulsif untuk online dan tampak defensif jika di konfrontasi untuk berhenti.
"Kamu mau tidur jam berapa?" atau, "Kita sudah harus pergi sekarang, apakah tidak bisa dikerjakan nanti?" Jika Anda mempunyai anak usia remaja, coba perhatikan tindak tanduknya ketika chatting. Sulit untuk menariknya dari komputer, bukan?

8. Berbagi informasi pribadi, foto-foto, atau banyak peristiwa dengan orang asing di e-mail, ruang chatting, atau pop up.
Jika Anda menemukan pasangan mengirimkan fotonya yang sangat pribadi -yang seharusnya tak disebarluaskan kesiapapun juga - tetapi dikirimkannya kepada orang asing di dunia maya, mungkin sudah waktunya untuk menelusuri informasi ini melalui software khusus untuk mengumpulkan data yang diperlukan.

9. Bemain online games dan secara teratur chatting di ruang tertutup.
Di sinilah bermulanya. Memainkan beberapa permainan, menang atau kalah lalu mengobrol. Jika menurut Anda tak ada yang perlu disembunyikan, mengapa Anda tak diikutsertakan oleh pasangan? Bila Anda tidak bisa memainkannya, mengapa Si Dia tak mengajari?

Nah, bilamana sikap seperti ini Anda temukan pada pasangan, Anda perlu curiga! Perilaku berpola pada sikap kompulsif dan defensif ini memperlihatkan kebutuhan yang begitu kuat untuk terus melakukan chatting. Dan Anda perlu tahu, mengapa Si Dia melakukan itu.

By: Aline
Sumber: kompas.com
Continue Reading...