Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Teknologi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 08 November 2009

Mencegah Kemungkinan Radiasi dari Ponsel

Belum ada penelitian final yang menyatakan bahwa radiasi yang dihasilkan oleh ponsel memberikan pengaruh buruk bagi kesehatan. Namun, ada baiknya jika kita mulai mencegah kemungkinan terkena dampak buruk radiasi sejak dini. Berikut adalah beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mulai menghindari dampak dari radiasi yang bisa saja akan merugikan kesehatan kita di lain hari. Berikut tipsnya:

1. Gunakan speaker atau headset
Headset tak memancarkan radiasi sebanyak ponsel. Para peneliti masih belum sepakat mengatakan mana yang lebih aman, apakah headset yang menggunakan kabel atau yang tidak. Karena konon, headset dengan kabel pun masih mengeluarkan radiasi, meski dalam tingkat kecil. Jadi, jika dalam keadaan sepi, dan tidak mengganggu orang lain, ada baiknya jika sesekali Anda menjawab telepon dengan menggunakan mode speaker.

2. Perbanyak mendengar, kurangi bicara
Ponsel memancarkan radiasi ketika Anda berbicara atau mengetik SMS, tapi tidak memancarkan radiasi ketika sedang menerima pesan. Maka, usahakan untuk mendengarkan lebih banyak saat bicara dengan ponsel, ketimbang berbicara.

3. SMS
Ponsel tidak menggunakan tenaga banyak ketika kita mengirimkan teks ketimbang ketika ponsel bertugas mengirimkan suara kita. Artinya, tenaga berkurang, radiasi yang dikeluarkan pun juga berkurang. Lagipula, ketika kita mengetik SMS, artinya kita menjauhkan ponsel dari kepala kita.

4. Sejauh lengan
Ketika Anda menggunakan headset untuk menjawab telepon, usahakan untuk menjauhkan ponsel dari telinga, dada, atau pinggang. Bagian-bagian tersebut, termasuk perut adalah bagian-bagian tubuh yang mudah menyerap radiasi. Usahakan untuk menjauhkan ponsel yang sedang menerima telepon lewat headset dari perut Anda.

5. Sinyal hilang? Matikan saja.
Ketika si ponsel tidak bisa menerima sinyal cukup, ia harus mengeluarkan usaha lebih kencang untuk mencari menara pemancar. Artinya, lebih banyak emisi yang ia keluarkan. Saat Anda harus menggunakan ponsel, upayakan sinyal berada dalam kondisi penuh. Lagipula, ponsel yang terlalu lama berusaha mencari sinyal hanya akan menghabiskan baterainya.

6. Tak perlu pelindung
Ketika Anda menggunakan sarung pelindung tambahan untuk telepon, artinya Anda menutup jalur telepon untuk bisa bekerja dengan optimal. Artinya, ia akan berusaha lebih keras untuk mencari sinyal, sehingga lebih banyak radiasi yang ia keluarkan.

7. Kurangi penggunaan ponsel pada anak
Otak anak-anak menyerap radiasi ponsel dua kali lebih banyak ketimbang orang dewasa. Disarankan untuk menjauhkan anak-anak dari ponsel untuk melindunginya dari bahaya yang belum diketahui di masa depan.


NAD

Editor: din

Sumber:
thedailygreen

http://female.kompas.com/read/xml/2009/11/05/08402290/mencegah.kemungkinan.radiasi.dari.ponsel

media2bfree.blogspot.com
Continue Reading...

Sabtu, 06 Desember 2008

Obama: The Era of Internet Presidency


PEMILIHAN Presiden Amerika Serikat sudah usai. Barack Obama sudah terpilih menjadi Presiden AS periode 2008-2012 dan akan dilantik pada 20 Januari 2009. Ada satu catatan yang menarik bagi saya dari Pilpres Amerika kali ini, yaitu bagaimana pentingnya peranan internet, terutama Web 2.0 dan social networking, sebagai media kampanye. Ini menandai era baru pemanfaatan media dalam sejarah kepresidenan di Amerika.

Dulu, pada masa kepemimpinannya, Franklin D Roosevelt (FDR) memanfaatkan radio untuk menjelaskan kebijakan New Deal-nya kepada warga Amerika. Sepanjang tahun 1933 sampai 1944, pidato radio FDR yang dikenal sebagai fireside chats ini mampu membangkitkan semangat kepada warga Amerika yang sedang dilanda the great depression dan disusul Perang Dunia Kedua.

Belasan tahun kemudian, pada September dan Oktober 1960, John F Kennedy (JFK) dan Richard Nixon melakukan debat kepresidenan untuk pertama kalinya di televisi. Hasilnya? Menurut penonton televisi, JFK yang menang. Namun, menurut pendengar radio, Nixon-lah yang menang atau setidaknya seri.
Mengapa? Karena pendengar radio tidak melihat apa yang disaksikan oleh pemirsa televisi. Nixon saat itu kakinya sedang sakit dan tampak kelelahan. Sementara itu, JFK kita tahu berwajah tampan, muda, dan penampilannya simpatik. Karena itu JFK akhirnya bisa memenangi pemilihan presiden Amerika, mengalahkan Nixon.

Nah, kalau era FDR bisa disebut sebagai the first radio presidency dan era JFK menandai the first television presidency, era Obama adalah the first internet presidency. Di era Obama inilah internet berperan sangat penting. Obama menggunakan situs www.barackobama.com sebagai platform utamanya ketika sedang berkampanye. Situs ini bukan hanya menjadi sentra informasi dan komunikasi resmi, melainkan juga menjadi semacam konektor ke berbagai situs terkait lainnya, seperti Facebook, MySpace, YouTube, Flickr, Digg, Twitter, Eventful, LinkedIn, Black Planet, Faithbase, Eons, Glee, MiGente, MyBatanga, Asian Ave, atau DNC PartyBuilder.
Di situs BarackObama.com ini ada juga penjelasan cara mendapatkan informasi secara mobile lewat telepon seluler. Ada pula aplikasi iPhone dan ringtone yang bisa di-download secara gratis. Selain itu ada juga Obama Store yang menjual merchandise tradisional, seperti T-shirt, gelas, poster, pin, topi, atau stiker.

Namun, bagi saya, yang paling menarik dari situs ini adalah fasilitas social networking-nya yang beralamat di my.barackobama.com. Di komunitas online yang biasa disebut myBO ini, simpatisan Obama bisa secara aktif mendukung kampanye sesuai dengan profil dirinya masing-masing. Kalau Anda sudah terbiasa dengan Facebook, myBO ini akan terasa sangat familiar. Tampilan dan fitur-fitur yang ada di sini mirip dengan yang ada di Facebook.

Pertama-tama kita masuk ke fasilitas My Dashboard. Ini semacam control panel untuk semua aktivitas yang akan, sedang, dan telah kita lakukan di myBO ini. Aktivitas yang bisa dilakukan sendiri sangat beragam. Kita bisa menulis pendapat kita ke koran dan stasiun TV lokal atau nasional tentang berbagai isu kampanye kepresidenan, baik yang dilakukan Obama maupun pesaingnya. Ada juga fasilitas My Blog yang memungkinkan kita bercerita soal pemikiran atau pengalaman kita.

Kita juga bisa bergabung ke lebih dari 20.000 grup aktif yang ada di sini, baik berdasarkan interest maupun lokasi tempat kita tinggal. Grup yang berdasarkan interest ini macam-macam, ada yang untuk single mom untuk yang bekerja sebagai air traffic controller (ATC) sampai ke pendukung Obama yang menggemari tarian tango.

Lalu, kita juga bisa memanfaatkan fasilitas Contact Voters. Di sini kita bisa berpartisipasi menghubungi para tetangga kita yang punya hak pilih (voters), baik lewat metode calling campaign atau walking campaign. Kita tidak perlu repot-repot melakukan pendataan. Di sini kita tinggal memberitahukan lokasi kita, nanti akan muncul secara otomatis daftar nama dan lokasi para voters di sekitar kita.

Yang juga tak kalah menarik adalah fasilitas Fundraising. Di sini kita bisa menentukan sendiri target dana yang ingin kita kumpulkan dari para kenalan kita lewat e-mail. Berapa banyak donatur dan jumlahnya bisa kita pantau lewat myBO kita ini.

Canggih, bukan? Tak heran kalau Obama dan timnya pun memanfaatkan media internet lagi ketika sudah terpilih dan dalam masa transisi sekarang (president-elect). Bukan di BarackObama.com lagi, tapi lewat situs Change.gov.

Nah, bisa kita lihat bagaimana ampuhnya internet dengan Web 2.0 dan social networking-nya. Kisah Obama di atas mudah-mudahan bisa menginspirasi New Wave Marketers untuk melakukan langkah-langkah kreatif menghadapi lanskap yang terus berubah dengan pesatnya ini.


By : Hermawan Kartajaya

Dikutip dari : kompas.com
Continue Reading...