Minggu, 01 November 2009
Kamis, 01 Oktober 2009
Rossi Bersama Yamaha sampai 2010
Juara dunia tujuh kali (GP 500 dan MotoGP) itu bergabung dengan Yamaha sejak 2004. Kehadirannya mengakhiri masa paceklik prestasi Yamaha yang berkepanjangan. Kelahiran Urbino Italia ini lantas menyumbangkan prestasi tertinggi buat yamaha dengan dua kali menyandang juara dunia.
Pengumuman disampaikan kubu Yamaha bersamaan pesta Laguna Seca Party di Monterey Bay Aquarium. "Setelah beberapa tahun menyediakan waktu untuk balap, ditunjang dengan prestasi yang baik, saya butuh motivasi khusus untuk menerima kontrak Yamaha selama dua tahun ke depan," ungkap Rossi. Tempat yang telah memotivasi saya dengan baik adalah Yamaha.
Rossi mengaku, tim Yamaha sekarang ini yang memicu saya tampil maksimal. Mereka menyediakan motor yang kompetitif dan kerja sama terjalin dengan bagus. "Itulah yang memutuskan saya betah di Yamaha, termasuk mau menerima perpanjangan kontrak dua tahun lagi," papar Rossi.
Yamaha Motor Racing Managing Director Lin Jarvis menambahkan, "Valentino Rossi sudah menjadi ikon di olahraga dan ia berada dalam posisi top sekarang ini. Kesalutan kami adalah karena perjuangannya untuk merebut gelar juara dunia kedelapan masih tinggi. Itulah yang memutuskan tim mau mengontraknya lagi.
Perihal Laguna Sega, diakui Rossi memang bukan sirkuit yang difavoritkannya. Makanya, perpanjangan kontrak bisa memotivasi dirinya untuk merebut kemenangan pertamanya di Amerika ini. Sampai hari terakhir latihan bebas kemarin, Rossi menduduki urutan ketiga.
Hasil Latihan Terakhir (sesi 2), Jumat
1 Casey Stoner Ducati MotoGP 1:21.826
2 Nicky Hayden Honda HRC 1:22.634
3 Valentino Rossi Yamaha Factory 1:22.769
4 Alex De Angelis Honda Gresini 1:22.808
5 Chris Vermeulen Suzuki MotoGP 1:22.847
6 Shinya Nakano Honda Gresini 1:22.924
7 Colin Edwards Yamaha Tech3 1:23.077
8 Andrea Dovizioso Honda Scot 1:23.097
9 Antonio Elias Ducati d Antin 1:23.114
10 Loris Capirossi Suzuki MotoGP 1:23.185
11 Ben Spies Suzuki MotoGP 1:23.244
12 Marco Melandri Ducati MotoGP 1:23.317
13 Jorge Lorenzo Yamaha Factory 1:23.415
14 Sylvain Guintoli Ducati d Antin 1:23.495
15 Daniel Pedrosa Honda HRC 1:23.707
16 James Toseland Yamaha Tech3 1:23.943
17 Randy De Puniet Honda LCR 1:23.955
18 Jamie Hacking 1:24.371
19 Anthony West Kawasaki Racing 1:24.430
http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/07/19/16220189/rossi.bersama.yamaha.sampai.2010
media2bfree.blogspot.com
Tim Fiat-Yamaha Bocorkan Sukses Rossi Raih Juara Dunia
Ketika mempresentasikan, Masahiko menjelaskan, buruknya performa YZR M1 selama 2006 dan 2007 menjadi masukkan buat tim melakukan pengembangan. Kesalahan memang bukan pada pembalap, Valentino Rossi yang tahun lalu hanya memenangkan empat seri dan delapan kali naik podium.
Hasil itu membuat posisinya menduduki peringkat ketiga. Hasil terburuk buat pembalap kelahiran Urbino, Italia sejak menapakkan karir di GP 500 bahkan terendah sejak ia mengikuti balapan di kelas 125 cc pada 1996.
Dari penelitian tim Yamaha, kekalahan sepedamotor mereka dari Ducati dan Honda dikarenakan tiga masalah. Pertama, daya tahan dan performa mesin yang kurang bagus. Terutama di soal akseleresi dan kecepatan maksimumnya sangat jelek. Ini dikarenakan tingginnya temperatur air dan oli.
Faktor kedua, borosnya konsumsi bahan bakar. Ini dikarenakan miskinnya campuran udara dan bahan bakar saat balapan.
Terakhir (ketiga), tidak ditemukannya keserasian antara ban dan sasis. Akibatnya, keseimbangan antara daya cengkeram depan dan belakang jelek, termasuk saat di tikungan. Kendala ini membuat Rossi sulit bisa mengimbangi Casey Stoner bersama Ducati dan Dani Pedrosa dengan Honda RC212V.
Solusinya, meningkatkan performa ban secara maksimum. Di sini, Rossi tak ingin memakai ban Michelin menghadapi musim kompetisi 2008. Ia lebih memilih Bridgestone, yang beberapa seri terakhir diikuti pembalap repsol-Honda, Dani Pedrosa.
Kemudian mendongkrak tenaga dapur pacu secara maksimal dan terakhir mengiritkan pemakaian bahan bakar. Untuk mendapatkan kedua unsur ini, pihak Yamaha mengoptimalkan pemakaian piston dan ring, mengganti diameter crankshaft, mengubah sistem pengisian oli dan mengganti semua permukaan komponen mesin dengan bahan yang lebih bagus.
Sektor lainnya, dimensi sasis diubah disesuaikan dengan ban (untuk Rossi karena beralih ke bridgestone). Untuk memaksimalkan performa ban dipakai Engine Management System (EMS).
Perubahan itu membuat tenaga meningkat 12 persen dan torsi naik sekitar 8 persen. Pantas ketika ke luar tikungan, terkadang Rossi bisa melesat cepat menjauh dengnan Stoner, meski pada trek lurus dapat ditempel lagi.
Seperti persaingan dengan Ducati di sirkuit Laguna Seca. Tampak, setiap ke luar tikungan – apalagi belokannya tajam - tenaga Yamaha YZR M1 begitu galak. Kemudian menaklukkan tikungnan “S” tenaga motor Rossi selalu padat.
Tak heran, musim kompetisi 2008 sebanyak 18 seri, Yamaha menguasai 10 seri, sembilan disumbangkan Rossi dan satu oleh rekan setimnya, Jorge Lorenzo. Hebatnya, setiap seri, Yamaha acap menempatkan pembalap di podium kemenangan (24 kali naik podium oleh kedua pembalap) dan 7 kali merebut posisi start terdepan..
SBT
Sumber:
http://otomotif.kompas.com/read/xml/2008/11/11/20515348/tim.fiat-yamaha.bocorkan.sukses.rossi.raih.juara.dunia
media2bfree.blogspot.com
Rossi: Pebalap Kini Dijajah Elektronik
Menurut pandangan The Doctor - julukan Rossi- Motor 990 cc itu memang besar, kasar, dan liar, tapi tenaganya dahsyatcdan bikin kita senang. Sedang 800 cc jelek dan sama saja diibaratkan motor kurang tenaga. "Saya sangat sedih ketika awal-awalnya, meski sekarang terus dilakukan pengembangan," sebut Rossi.
Rossi ditanya bagaimana balapan bisa seru ditonton di pinggir sirkuit maupun TV, khususnya dengan motor 800 cc. Bagi pebalap, perubahan itu sangat tidak enak sekali. Padahal, katanya, kala lomba menunggang 990 cc sama seperti ketika balap era GP500. Di situ terjadi persaingan sengit diselingi manuver-manuver cepat dengan roda belakang sliding.
"Apakah adegan seperti itu yang dimaui penonton? Tidak," ujar kelahiran Urbino, Italia tersebut. Sementara saat menunggang 990, gejala roda belakang bergeser justru terjadi di mulut tikungan.
Kembalinya ke 800 cc, tegas Rossi, FIM telah melakukan langkah keliru yang besar. "Kami jadi kehilangan bagian terbesar (suhu kompetisi) karena sekarang ini elektronik cukup berperan. "Dari saya, selain FIA, lebih salah lagi pihak pabrikan ketika mereka setuju dengan 800 cc. Dan sekali lagi, 990 cc yang terbaik," ungkap Rossi.
Penyunatan kapasitas mesin yang dirancang untuk membatasi kecepatan, hasilnya justru lebih membahayakan. Karena ketika menikung, kecepatan motor lebih tinggi dari 990 cc. Bahkan Dani Pedrosa bersama Honda RC212-V mampu melesat dengan kecepatan tertinggi 349,3 km/jam yang diukirnya saat latihan resmi di MotoGP Italia tahun ini. Kemudian, pebalap dijajah oleh elektronik.
Korban lainnya, pebalap dari tim satelit belum mencicipi kemenangan dengan 800 cc. Sedang di 990 cc tercatat Toni Elias, Alex Barros dan Makoto Tamada yang semuanya menunggang Honda.
Sumber:
http://otomotif.kompas.com/read/xml/2009/10/01/1624005/Rossi.Pebalap.Kini.Dijajah.Elektronik
media2bfree.blogspot.com
Jumat, 17 Juli 2009
MU Kecewa Tak Bisa Main di Indonesia
Pihak Manchester United (MU) mengaku kecewa tak jadi tandang ke Indonesia yang rencananya berlangsung pada 18-20 Juli 2009. Jadwal kunjungan MU ke Indonesia dibatalkan setelah mendapat peringatan dari Pemerintah Inggris akibat ledakan beruntun di Jakarta, Jumat (17/7) pagi.
"Kami sangat kecewa tidak dapat mengunjungi Indonesia dan terima kasih kepada persatuan sepak bola Indonesia dan fans untuk dukungannya. Kami turut berduka kepada semua yang menjadi korban ledakan tersebut," demikian penggalan dalam pernyataan resmi yang dirilis MU, apalagi dilaporkan bahwa seratus ribu penonton yang akan hadir untuk melihat pertandingan dengan tim Indonesia All Stars, Senin (20/7).
Dalam pernyataan tersebut, MU telah memastikan diri untuk membatalkan kunjungannya ke Indonesia. Pihak MU juga secara resmi telah menghubungi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) bahwa klub sepak bola tersebut tidak dapat memenuhi rencana kunjungan ke Jakarta sebagai bagian dari tur Asia 2009.
Selanjutnya, MU yang saat ini tengah berada di Kuala Lumpur, Malaysia, akan merevisi jadwal pertandingan berikutnya. Namun, keputusan tersebut baru akan diumumkan kemudian.
Sumber : kompas.com
media2bfree.blogspot.com
Spanduk MU Diturunkan
Bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Jumat (17/7), membuat rencana pertandingan internasional antara Manchester United (MU) versus Indonesia All Star batal. Padahal, tinggal tiga hari lagi berlangsung duel yang bakal menyita perhatian seluruh penduduk Indonesia tersebut.
Namun semua rencana itu buyar. Pertandingan yang bakal digelar di Gelora Bung Karno Senayan Jakarta itu terpaksa dibatalkan karena faktor keamanan. Panitia lokal (LOC) tur MU memastikan bahwa rencana pertandingan tersebut batal sehingga semua spanduk, umbul-umbul dan baliho MU, diturunkan pada Jumat sore.
Meskipun demikian, calon penonton yang sudah membeli tiket pertandingan bersejarah ini tak perlu cemas. Pasalnya, panitia menyatakan bertanggung jawab untuk mengembalikan tiket yang sudah dipesan.
Bagi Indonesia, bom di dua hotel ternama di Jakarta tersebut memberikan kerugian yang sangat besar. Seperti yang sudah diberitakan, menurut Ketua Umum PSSI Pusat Nurdin Halid, akibat pembatalan tur ini maka kerugian materi yang diderita berkisar 30-50 miliar. Dan yang lebih menyedihkan lagi, peluang Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022 menjadi sangat kecil karena citra negara menjadi rusak.
Sumber : kompas.com
media2bfree.blogspot.com
Sabtu, 06 Desember 2008
Hari Pertama Reli di Wales, Rossi Tempati Posisi 24

Memang, kondisi cuaca menjelang reli pada hari Jumat (5/12), sangat tidak bersahabat. Oleh karena itu, bukan cuma jadwalnya yang tertunda, tetapi ada perubahan jarak tempuh. Sebelumnya, para pebalap harus melahap 123,68 kilometer, tetapi dikurangi menjadi hanya 57,04 kilometer.
Stage pertama dan keempat dibatalkan karena adanya timbunan es. Oleh karena itu, setelah mengikuti stage dua dan tiga, para pereli langsung masuk ke stage lima dan enam.
Rossi, yang mengalami kecelakaan dan langsung keluar dari persaingan pada debutnya di WRC tahun 2002 pada Rally GB, mampu memperbaiki posisinya. Meskipun mengakui bahwa reli kali ini sangat berat, tetapi dia sanggup mengatasinya.
Pada tiga stage pertama, Rossi yang mengendarai mobil Ford Focus WRC dan didampingi Carlo Cassina sebagai co-driver, hanya duduk di posisi 34, kemudian ke-30 setelah stage lima dan ke-26 setelah stage enam. Dengan demikian, pada dua stage terakhir di hari pertama itu, Rossi mampu menambah poin sehingga secara keseluruhan juara dunia MotoGP 2008 itu menduduki urutan 24.
Dikutip dari : kompas.com

