Jumat, 09 Januari 2009

SURABAYA PERLU WASPADAI BANJIR



Hujan yang mengguyur secara deras pada Kamis, 8 Januari 2009 sekitar pukul 14.00 wib dikota Surabaya telah menyebabkan beberapa wilayah serta ruas jalan banjir. Pasalnya hujan itu merupakan hujan dengan skala waktu terpanjang selama musim ini. Hujan baru selesai sekitar pukul 20.30 wib.

Badan Meteorologi dan Geofisika Juanda memprediksi puncak musim hujan di Kota Surabaya dan sekitarnya terjadi pada pertengahan Januari hingga awal Februari.

Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Juanda Endro Tjahjono mengungkapkan, selama awal musim penghujan ini frekuensi hujan di Kota Surabaya masih berkisar 19 kali per bulan. Namun, saat puncak musim hujan nanti naik hingga 22 kali per bulan.

Dari sisi curah hujan, kategori hujan akhir-akhir ini masih tergolong ringan hingga sedang, yaitu berkisar 20 mili meter hingga 50 mili meter per jam. "Pada puncak musim hujan, curah hujan akan naik di atas 50 mili meter per jam," ujarnya Kamis (8/1) di Surabaya.

Disamping itu, akibat hujan yang deras yang menggenangi jalan-jalan kota Surabaya juga cukup menyulitkan beberapa pengendara yang melewati jalan. Temasuk sungai kondisi sungai di Jemursari yang meluap waktu itu malah semakin memperburuk keadaan.

Berdasarkan informasi diatas, sudah sepatutnya Surabaya mesti waspada terhadap banjir. Mesti ada antisipasi atau upaya khusus untuk menanggulangi banjir kali ini. Baik upaya tersebut datang dari pemerintah, maupun masyarakat kota Surabaya sendiri. Kita tidak ingin kan, banjir besar yang melanda Jakarta tahun lalu, turut serta melanda kota Surabaya yang “Green and Clean” ini.

0 komentar: