Jumat, 09 Januari 2009

BERITA BBM



BBM naik..... BBM turun........ BBM naik...... BBM naik......... BBM naik............ BBM naik............
supir angkot pun berkata : “woooooooooooiiiii kapan turunnya niegh..!!” akirnya harga angkot pun naik, bukan turun....... dan anak sd, smp, sma, kuliah, ibu-ibu, bapak-bapak, pembokat BERTERIAK :” banng harga nya kOK naek..!!!” dan dengan santainya si angkot berkata: “klo gak mau, yach jangan naek angot!!!”
Slogan “Turunkan harga BBM!!” Semua turun............ eits lha koK bukan harga BBM yang turun tapi semua, mulai dari anak sd, smp, sma, kuliah, ibu-ibu, bapak-bapak, pembokat sampai SEMUA supir..... entah supir angkot atau supir pribadi. Maksudnya yang punya mobil niegh. SEMUA pada turun kejalan ”TURUNKAN! ”TURUNKAN! ”TURUNKAN! ”TURUNKAN! ”TURUNKAN! ”TURUNKAN! ”TURUNKAN!”
ugh capek.......T,T “wedew masakan ku didapur gosonk tar..!!” kata salah satu pembokat. “Wagh bapak tar lagi pulank kerja” kata ssalah satu ibu RT. “ea, kuliah-kuliah. ea, sekolah-sekolah” kata anak-anak. “Wadugh perutku kemeruyuk-kemeruyuk.... laper!! narik aj dulu...!” kata supir angkot.
Akhirnya krisis keuangan Global datang...
Membawa angin baru, harga BBM turun.... lho kok bisa!! kan lagi krisis!! seneng-seneng,euy.....!! kata kernet angkot: “ jah, kemana aj mas, hari gini apa ciegh yang gak bisa!!”
“ lho kok angkot naek, bang khan BBM lagi turun!!” sapa anak SD. kemudian supir angkot pun membalas: “lha, cah mank gak taw t? Sembako sekarang pada naik harganya. Susah cari duit!.” Sambil pasrah anak SD tadi dan bingunk untuk segera menanyakan ke orang tuanya. Tapi ternyata orang tuanya belum pulang juga. Masih sibuk kerja rupanya. Sibuk mencari uang saku, mencari uang untuk membeli sesuap nasi buat dimakan dihari esok dan esoknya orang tuanya kerja lagi untuk mencari uang saku dan uang untuk membeli sesuap nasi untuk hari esoknya juga, dan begitu pula seterusnya.
Lalu, anak SD bertanya kepada guru SD yang gajinya pas-pasan sebagai guru honorer dan itu pun telah ditunda penerimaan gajinya. Sehingga mengajar pun tak dapat konsentrasi antara memikirkan apa yang bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhannya untuk hari ini dengan mengajar murid-murid SD dikelasnya. Sementara anak adalah harapan bangsa.
Anak SD bertanya:”Pak kenapa harga angkot naik sementara harga BBM turun?” Seperti biasa dengan bijaknya sang guru menjawab:” Nak, inilah hidup. Untuk hidup kau harus berjuang, berusaha keras meski hanya untuk sesuap nasi. Makanya belajarlah yang rajin!”
Anak SD hanya manggut-manggut dan sepulangnya dari sekolah berkata kepada orang tuanya bahwa mulai saat itu dia akan belajar yang rajin. Namun, sayang orang tuanya sedang capek telah pulas pula tidur. Sehingga anak SD itu pun tertidur pula.
Akhirnya supir angkot pun didemo dan lagi-lagi pemerintah pun didemo gara-gara tidak stabil untuk menurunkan harga BBM saat itu. Pemerintah bingung, semuanya juga bingung.
BBM naik, demo... BBM turun, demo...???!! kini Kelangkaan BBM.
Juru bicara Pertamina mengatakan: kelangkaan BBM yang ada di beberapa POM merupakan hal yang wajar. ITU karena adanya keterlambatan pengiriman saja! karena dari pihak Pertamina tentu sudah berusaha sebaik mungkin............ wow... tapi kok dimana-mana yaCh??!! padahal negara kita yang punya minyak, minyak mentah. kok langka. aneh. Sementara Arab Saudi juga punya ladang minyak terbesar, tapi mereka benar-benar memiliki minyak. Seakan seorang petani yang menggarap diladang sawah miliknya sendiri tetapi hasilnya diambil oleh sekelompok ijon.
Iya itulah berita BBM yang tak kunjung selesai permasalahannya. Naik, turun, kelangkaan kini seakan sudah menjadi suatu kebelengguan dalam hidup kita. Pemerintah boleh bertindak sesuai kebijakan yang telah ditetapkan asalkan kebijakan menyangkut Bbm itu proporsional, tidak merugikan rakyat tentunya dan pertu adanya pengawasan terhadap lembaga yang menjalankannya.



By: Med

0 komentar: