




Nagh.. pagi ini aku menengok.. artikel di koran kompas.com....
mhmnn rpannya sedikit ketinggalan juga.. ternyata tadi pag tepatnya ada......... ada gerhana matahari cincin.. dan emhmn jadi ingat pilm kartun n superhero fav.. "sailoormoon" mhmnnnn
egh balik topik.. sebenarnya ap ciegh gerhana tugh.. qw juga rada complicated lum taw infonya nagh kita cari tau barenk2 yukss..
Gerhana secara sederhana merupakan fenomena di mana bayangan sebuah benda menutupi benda lainnya. Dalam hubungannya dengan orbit Bulan mengelilingi Bumi, dikenal dua macam gerhana, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana matahari terjadi jika sebagian atau keseluruhan penampang Matahari ditutup oleh penampang Bulan, sedangkan gerhana bulan terjadi jika sebagian atau keseluruhan penampang Bulan ditutupi oleh bayangan Bumi.
Dengan kata lain, gerhana matahari hanya terjadi saat Bulan konjungsi dengan Matahari dan gerhana bulan terjadi ketika Bulan beroposisi dengan Matahari. Namun, karena kemiringan bidang orbit bulan 5° terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap konjungsi Bulan terjadi gerhana matahari. Demikian pula tidak setiap oposisi Bulan-Matahari terjadi gerhana bulan.
Dari perpotongan bidang orbit Bulan dan ekliptika, terdapat dua titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana Bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana akan terjadi jika saat Bulan berkonjungsi atau beroposisi berada di atau tidak jauh dari titik node tersebut.
Dalam faktanya Bulan perlu waktu 29.53 hari untuk bergerak dari satu posisi konjungsi ke konjungsi berikutnya dan dari oposisi ke oposisi berikutnya. Maka jika sebuah gerhana bulan/matahari terjadi, akan diikuti dengan gerhana matahari/bulan karena kedua titik node terletak pada garis yang menghubungkan Matahari-Bumi.
Karena sistem penanggalan Hijriah dari tahun ke tahun lebih cepat sekitar 11 hari dari sistem penanggalan Masehi, maka dari sisi astronomi gerhana di bulan Ramadhan merupakan fenomena biasa dan bisa terjadi.
Gerhana matahari pada dasarnya merupakan fenomena konjungsi yang terlihat, sedangkan konjungsi atau yang biasa disebut dengan ijtimak merupakan pertanda bergantinya bulan (month) dalam sistem penanggalan yang didasarkan pada fasa bulan seperti sistem penanggalan Hijriah. Maka gerhana matahari dapat menjadi acuan untuk menentukan posisi hilal yang sebenarnya merupakan sabit bulan.
Meskipun posisi bulan dapat diketahui dengan baik dari fenomena gerhana matahari, bukan berarti sabit hilal dapat dilihat dengan mudah. Bahkan, untuk kasus Ramadhan 1426 H sekarang pun, hilal mustahil dilihat bahkan dari Sabang. (fisikanet.com)
cihuy.. mhmnn udagh pada taw khan.. gerhana tugh apa... nie gambar2 yGerhana Matahari yang diekspost tadi pagi. key met liat2,y..meski aqk gak bisa ngeliat secara lanksunk niegh gambar T,T dagh lama g liat berita di Tipi.. setelah kebiasaan qw berganti tuk nulis2..wew..
bagus banged,khan ,^
media2bfree.blogspot.com
mhmnn rpannya sedikit ketinggalan juga.. ternyata tadi pag tepatnya ada......... ada gerhana matahari cincin.. dan emhmn jadi ingat pilm kartun n superhero fav.. "sailoormoon" mhmnnnn
egh balik topik.. sebenarnya ap ciegh gerhana tugh.. qw juga rada complicated lum taw infonya nagh kita cari tau barenk2 yukss..
Gerhana secara sederhana merupakan fenomena di mana bayangan sebuah benda menutupi benda lainnya. Dalam hubungannya dengan orbit Bulan mengelilingi Bumi, dikenal dua macam gerhana, yaitu gerhana matahari dan gerhana bulan. Gerhana matahari terjadi jika sebagian atau keseluruhan penampang Matahari ditutup oleh penampang Bulan, sedangkan gerhana bulan terjadi jika sebagian atau keseluruhan penampang Bulan ditutupi oleh bayangan Bumi.
Dengan kata lain, gerhana matahari hanya terjadi saat Bulan konjungsi dengan Matahari dan gerhana bulan terjadi ketika Bulan beroposisi dengan Matahari. Namun, karena kemiringan bidang orbit bulan 5° terhadap bidang ekliptika, maka tidak setiap konjungsi Bulan terjadi gerhana matahari. Demikian pula tidak setiap oposisi Bulan-Matahari terjadi gerhana bulan.
Dari perpotongan bidang orbit Bulan dan ekliptika, terdapat dua titik potong yang disebut node, yaitu titik di mana Bulan memotong bidang ekliptika. Gerhana akan terjadi jika saat Bulan berkonjungsi atau beroposisi berada di atau tidak jauh dari titik node tersebut.
Dalam faktanya Bulan perlu waktu 29.53 hari untuk bergerak dari satu posisi konjungsi ke konjungsi berikutnya dan dari oposisi ke oposisi berikutnya. Maka jika sebuah gerhana bulan/matahari terjadi, akan diikuti dengan gerhana matahari/bulan karena kedua titik node terletak pada garis yang menghubungkan Matahari-Bumi.
Karena sistem penanggalan Hijriah dari tahun ke tahun lebih cepat sekitar 11 hari dari sistem penanggalan Masehi, maka dari sisi astronomi gerhana di bulan Ramadhan merupakan fenomena biasa dan bisa terjadi.
Gerhana matahari pada dasarnya merupakan fenomena konjungsi yang terlihat, sedangkan konjungsi atau yang biasa disebut dengan ijtimak merupakan pertanda bergantinya bulan (month) dalam sistem penanggalan yang didasarkan pada fasa bulan seperti sistem penanggalan Hijriah. Maka gerhana matahari dapat menjadi acuan untuk menentukan posisi hilal yang sebenarnya merupakan sabit bulan.
Meskipun posisi bulan dapat diketahui dengan baik dari fenomena gerhana matahari, bukan berarti sabit hilal dapat dilihat dengan mudah. Bahkan, untuk kasus Ramadhan 1426 H sekarang pun, hilal mustahil dilihat bahkan dari Sabang. (fisikanet.com)
cihuy.. mhmnn udagh pada taw khan.. gerhana tugh apa... nie gambar2 yGerhana Matahari yang diekspost tadi pagi. key met liat2,y..meski aqk gak bisa ngeliat secara lanksunk niegh gambar T,T dagh lama g liat berita di Tipi.. setelah kebiasaan qw berganti tuk nulis2..wew..
bagus banged,khan ,^
media2bfree.blogspot.com


1 komentar:
hehe, wah, pas gerhana gelap bener. ku kira uda maghrib, ee, masi jam 3 ternyata
Posting Komentar