Rupiah terus menjajaki level-level penguatan yang kini bertengger di level 10.300-an per dolar AS. Rupiah terbantu dana asing yang masuk ke pasar saham. Sementara Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan positif.
Rupiah makin keren karena pelaku pasar melihat kondisi ekonomi Indonesia relatif masih baik sehingga pelaku pasar terus datang ke Indonesia.
Rendahnya inflasi tahunan yang hingga April sebesar 7,31% lebih rendah dari ekspektasi pasar terus menjadi sentimen positif.
Pelaku pasar juga tengah menantikan pengumuman BI Rate pada Selasa siang ini yang diprediksi akan memangkas suku bunga BI Rate 0,25% menjadi 7,25% setelah terjadi deflasi di bulan April sebesar 0,31%.
Rupiah juga bisa memanfaatkan pelemahan dolar AS yang membuat harga minyak dunia melejit ke US% 54,47 per dolar AS.
Pada penutupan perdagangan saham sesi siang, Selasa (5/5/2009) IHSG naik 7,046 poin (0,39%) menjadi 1.795,193. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB menguat 35 poin ke level 10.385 per dolar AS. Saham-saham grup Bakrie memimpin kenaikan IHSG.
Perdagangan saham sesi siang mencatat transaksi sebanyak 88.490 kali, dengan volume 6,774 miliar saham, senilai Rp 3,985 triliun. Sebanyak 95 saham naik, 61 saham turun dan 64 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya Bumi Resources (BUMI) naik Rp 70 menjadi Rp 1.720, Aneka Tambang (ANTM) naik Rp 90 menjadi Rp 1.530, Bakrie Sumatra Plantations (UNSP) naik Rp 10 menjadi Rp 630, Timah (TINS) naik Rp 100 menjadi Rp 1.580 dan Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 50 menjadi Rp 2.625.
Sumber: detik.com
media2bfree.blogspot.com


0 komentar:
Posting Komentar