Senin, 04 Mei 2009

Kalla: Tanpa Kosmetika Dunia Suram




Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla menyatakan, tanpa kosmetika, dunia akan terasa suram. Pasalnya, dengan adanya kosmetika, dunia menjadi bahagia. Oleh sebab itu, industri kosmetika sebenarnya adalah industri kebahagiaan bagi bangsa Indonesia.

Demikian disampaikan Wapres Kalla saat menghadiri perayaan ulang tahun ke-32 PT Mustika Ratu Tbk di Pabrik Mustika Ratu di Jalan Raya Bogor, Ciracas, Jakarta. Dalam acara itu, hadir Menteri Perindustrian Fahmi Idris, Presiden Direktur Mustika Ratu Mooryati Soedibdjo serta jajaran direksi lainnya, Wakil Gubernur DKI Prijanto, dan mantan Gubernur DKI Sutiyoso.

"Industri kosmetika adalah industri kebahagiaan bagi suatu bangsa, khususnya bangsa Indonesia. Sebab, tanpa kosmetika, dunia ini tak akan bahagia. Dunia justru suram karena tiada keindahan dan kecantikan serta kebahagiaan. Bayangkan jika dunia ini tanpa kosmetika?" ungkap Kalla.

"Dengan adanya kosmetika, wanita-wanita dan kaum ibu menjadi cantik. Kalau wanita dan kaum ibunya menjadi cantik, maka yang senang bahagia tentunya kaum laki-laki dan para suami. Mereka jelas semakin senang. Jadi, kalau tidak ada kosmetika, dunia akan suram," tambah Kalla.

Kalla menyatakan, industri kosmetika dalam negeri menjadi industri yang sangat penting. Sebab, hal itu menjadi fondasi bagi industri dalam negeri. "Ini supaya negeri kita tidak tergantung pada industri luar negeri dan barang-barang ekspor.

Kalau kita terus tergantung pada industri luar negeri, kapan kita bisa mandiri?" tanya Kalla lagi.

Dimulai dari 2 pegawai

Menurut Mooryati, industri kosmetika yang ditekuninya itu dimulai 32 tahun lalu dari garasi mobil rumahnya. Waktu itu, usaha tersebut dijalankan oleh dirinya bersama dua orang pembantu rumah tangganya.

"Kini, industri kosmetika yang dikembangkan telah tumbuh menjadi industri dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 4.000 orang dan memiliki area pabrik sekitar 4 hektar," ujar Mooryati.

Mooryati juga menambahkan, produksi jamu dan kosmetik yang berasal dari bahan tanaman alam dan rempah-rempah itu kini telah dipasarkan di 20 negara. Perusahaan yang kini dilanjutkan putrinya, Kuswinuwardani, juga telah mengembangkan franchise Taman Sari Royal Heritage SPA di delapan negara.

Sumber: kompas.com
media2bfree.blogspot.com

0 komentar: