
Jika dilihat, sudah tiga hari ini won Korsel mengalami penguatan. Hal ini memperbesar terjadinya rebound dari level terendah dalam 11 tahun terakhir. Sementara itu, dollar Taiwan juga mengalami penguatan seiring dengan melejitnya indeks acuan MSCI Asia Pacific.
“Mata uang emerging market di Asia dan beberapa negara lainnya mengalami rebound. Mayoritas berita negatif datang dari luar regional, yakni dari Buffet dan World Bank yang sangat pesimistis terhadap perekonomian global. Oleh karena itu, saat ini para investor melihat saatnya membeli aset-aset yang berisiko dalam perdagangan jangka pendek,” papar Dariusz Kowalczyk, currency strategist SJS Markets Ltd di Hongkong.
Pada pukul 12.49 waktu Seoul, won Korsel menguat 1,7 persen menjadi 1.523,55 per dolar. Pada 6 Maret won sempat menyentuh level 1.597 yang merupakan posisi terendah sejak 1998. Sementara itu, dollar Taiwan juga menguat 0,5 persen menjadi 34,64 dollar Taiwan dan dollar Singapura menguat 0,5 persen menjadi 1,5435 dollar Singapura.
Di sejumlah negara Asia lainnya, ringgit Malaysia juga mengalami penguatan 0,5 persen menjadi 3,7015 di Kuala Lumpur. Sementara itu, rupiah milik Indonesia perkasa 0,7 persen menjadi 12.090 di Jakarta. Baht Thailand juga mengalami kondisi serupa dengan penguatan 0,2 persen menjadi 36,08 per dollar, sementara peso Filipina menguat 0,5 persen menjadi 48,35.Dengan kondisi tersebut tentunya berdampak pada saham Indonesia yang masuk pada zona hijau. IHSG sesi pertama ditutup naik 0,38 persen atau 4,943 poin pada 1.291,636. Sektor perkebunan memberikan kontribusi utama penguatan indeks.
Sementara indeks Kompas100 juga naik 0,49 persen, kemudian indeks LQ45 meningkat 0,52 persen, sedangkan Jakarta Islamic Index turun tipis 0,09 persen.
Pada sesi yang terbilang sepi ini terdapat 38 saham naik, 35 saham turun dan 46 saham stagnan. Nilai transaksi hanya Rp 398,7 miliar dari 10.624 kali transaksi dengan volume 357,1 juta saham
Adapun mata uang RI, siang ini juga menguat terhadap dollar AS meski masih berada di atas level 12.000. Rupiah berada pada Rp 12.025 per dollar AS.
Sepertinya paparan diatas bukan lagi mengenai Monday effect pada IHSG. Melainkan Thursday effect. Well.Sumber: kompas.com
media2bfree.blogspot.com


0 komentar:
Posting Komentar