Jika mendengar kata "Insomnia", apa hal yang pertama kali Anda pikirkan?!!! Perasaan susah atau bahkan sangat susah untuk dapat tidur. Begitulah kebanyakan orang mendefinisikan Insomnia. Namun, bagaimana istilah insomnia didefinisikan sendiri dalam dunia kedokteran?? Insomnia didefinisikan sebagai gangguan tidur dan sindrom Ekbom atau restless leg syndrome, yang ditandai dengan adanya dorongan kuat untuk memindah-mindahkan kaki dengan cepat ketika mau tidur, juga bisa membuat kita terbangun tengah malam. Sebenarnya ada dua jenis Insomnia, yaitu :
Bagaimana jika Insomnia benar-benar terjadi?! hal yang paling sewring dilakukan adalah meminum obat tidur. Namun, dalam hal ini ada baiknya jika obat yang dikonsumsi tersebut dikonsultasikan terlebih dahulu. Mengingat banyaknya obat yang setelah mengonsumsinya menimbulkan efek samping. Untuk itu, kita harus berhati-hati. Sehingga alangkah baiknya jika dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Atau untuk menghindari dengan hanya mongkonsumsi obat adalah dengan mencoba valerian, tanaman alami yang sudah lama dipakai untuk melawan insomnia. Minumlah 1-2 kapsul (masing-masing 350-450 mg) setengah jam sebelum tidur. Atau coba melatonin, hormon pengatur siklus tidur-bangun. Ambil 2,5 mg dan letakkan di bawah lidah. Hormon ini bekerja cepat, jadi bila terbangun tengah malam, Anda bisa mengonsumsi kapsul ini tanpa khawatir akan mengantuk di pagi hari. Untuk penggunaan rutin, gunakan dosis kecil, yaitu 0,25-0,3 mg (pecahkan tablet agar jadi lebih kecil).
Disamping itu, Anda juga dapat melakukan beberapa hal, seperti sebelum menggunakan bantuan untuk tidur, cobalah beberapa cara yang bersifat alami. Misalnya, tidur pada jam rutin, hindari kafein dan alkohol sebelum tidur, dan pakai kamar tidur hanya untuk tidur dan melakukan aktivitas seksual. Anda juga bisa mencoba mandi dengan air hangat yang ditetesi minyak esensial vanila atau lavender sebelum tidur.
- Akut. Insomnia akut biasanya disebabkan stres, jet lag, atau masalah pekerjaan dan keluargajenis ini biasanya hanya berlangsung beberapa hari atau minggu.
- Kronis. Insomnia kronis bisa terjadi selama 1 bulan bahkan lebih. Dan, umumnya merupakan akibat pengobatan tertentu, masalah psikologis seperti depresi dan gangguan kecemasan, atau menopause dan persoalan kesehatan lainnya.
- Faktor Psikologi. Stres yang berkepanjangan paling sering menjadi penyabab dari Insomnia jenis kronis, sedangkan berita-berita buruk gagal rencana dapat menjadi penyebab insonia transient.
- Problem Psikiatri. Depresi paling sering ditemukan. Kamu bangun lebih pagi dari biasanya yang tidak kamu ingini, adalah gejala paling umum dari awal depresi, Cemas, Neorosa, dan gangguan psikologi lainnya sering menjadi penyebab dari gangguan tidur.
- Sakit Fisik. Sesak nafas pada orang yang terserang asma, sinus, flu sehingga hidung yang tersumbat dapat merupakan penyebab gangguan tidur. Selama penyebab fisik atau sakit fisik tersebut belum dapat di tanggulangi dengan baik, gangguan tidur atau sulit tidur akan dapat tetap dapat terjadi.
- Faktor Lingkungan. Lingkungan yang bising seperti lingkungan lintasan pesawat jet, lintasan kereta api, pabrik atau bahkan TV tetangga dapat menjadi faktor penyebab susah tidur.
- Gaya Hidup. Alkohol , rokok, kopi, obat penurun berat badan, jam kerja yang tidak teratur, juga dapat menjadi faktor penyebab sulit tidur. Dengan kemajuan tehnologi orang dapat membuat penerangan semu dengan ditemukannya lampu dan listrik sehingga malam dapat seperti siang sehingga mengganggu pencatat waktu internal sehingga menyebabkan tidur terganggu. Di antara gangguan ritme circadian (irama perilaku selama 24 jam) penyebab insomnia kronis, sindroma tidur tertunda dan kerja shift paling mudah dijelaskan.
- Faktor lain adalah jet lag perubahan waktu eksternal lebih cepat dari pada waktu internal sehingga terjadi kegagalan penyesuaian ritme tidur.
Bagaimana jika Insomnia benar-benar terjadi?! hal yang paling sewring dilakukan adalah meminum obat tidur. Namun, dalam hal ini ada baiknya jika obat yang dikonsumsi tersebut dikonsultasikan terlebih dahulu. Mengingat banyaknya obat yang setelah mengonsumsinya menimbulkan efek samping. Untuk itu, kita harus berhati-hati. Sehingga alangkah baiknya jika dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
Atau untuk menghindari dengan hanya mongkonsumsi obat adalah dengan mencoba valerian, tanaman alami yang sudah lama dipakai untuk melawan insomnia. Minumlah 1-2 kapsul (masing-masing 350-450 mg) setengah jam sebelum tidur. Atau coba melatonin, hormon pengatur siklus tidur-bangun. Ambil 2,5 mg dan letakkan di bawah lidah. Hormon ini bekerja cepat, jadi bila terbangun tengah malam, Anda bisa mengonsumsi kapsul ini tanpa khawatir akan mengantuk di pagi hari. Untuk penggunaan rutin, gunakan dosis kecil, yaitu 0,25-0,3 mg (pecahkan tablet agar jadi lebih kecil).
Disamping itu, Anda juga dapat melakukan beberapa hal, seperti sebelum menggunakan bantuan untuk tidur, cobalah beberapa cara yang bersifat alami. Misalnya, tidur pada jam rutin, hindari kafein dan alkohol sebelum tidur, dan pakai kamar tidur hanya untuk tidur dan melakukan aktivitas seksual. Anda juga bisa mencoba mandi dengan air hangat yang ditetesi minyak esensial vanila atau lavender sebelum tidur.
Intinya, jika Insomnia datang, cobalah untuk rileks, relaksasi, dan sesekali meluangkan waktu untuk liburan. Key, selamat mencoba and be happy.
Sumber: Prevention, kompas
media2bfree.blogspot.com



0 komentar:
Posting Komentar