Kamis, 22 Januari 2009

Rumah Sakit +++

Sudah lama sekali aku tidak berkunjung ke sebuah rumah sakit. Semenjak terakhir kalinya salah satu teman dekat ku mengalami kecelakaan dan terpaksa harus dirawat di rumah sakit. Itupun sebuah rumah sakit yang “bersih”. Siang ini. Karena tuntutan sebuah pekerjaan ku dimana aku harus mencari beberapa responden yang menggunakan konsumsii temulawak. OMG T,T Atas anjuran teman ku dan kareka perkiraan kami akan lebih banyak mendapatkan responden di sebuah apotik yang tentunya dekat dengan rumah sakit. Aktivitas kali ini tetap saya lakukan bersama duo sahabat saya L dan G (bukan LG). Ditambah lagi secara kebetulan salah satu saudara G bekerja di bagian operasi dari apotik yang ada dirumah sakit itu. Ok. Lebih tepatnya Rumah sakit umum dan hasilnya nothing. Gak mungkin banget rupanya kita mendapatkan reponden dengan suasana seperti itu. Dari awal hanya puter-puter jalan saja meski sudah berkali-kali bertanya pada salah seorang petugas dirumah sakit itu. egh, ada juga pegawai yang rupanya tidak mengetahui dimana tepatnya lokasi yang kami cara. Apalagi kita,y.... T,T atau pasien.

Iya itulah kondisi rumah sakit umum. Penat, padat, dan obat serta lingkungan yang kurang begitu mendukung bagi seorang pasien yang menginginkan sebuah kenyamanan dan sehat. Lebih-lebih lagi kita semakin shock karena menjumpai di suatu lokasi jalan didalam rumah sakit seperti sebuah pasar. tempat orang jualan makan, rujak, pakaian, pernak-pernik, air isi ulang, jasa-jasa kesehatan. OMG.... what is this....!!! “hei kita kayak shoping iki!” seru G ditengah bisingnya jalan karena orang lalu-lalang melihat atau membeli barang-barang yang diperdagangkan layaknya disebuah pasar.
Masih patutkah jika hal ini dibiarkan begitu saja. Apalagi rumah sakit umum. Apa tidak ada pengawasan atau pimpinan sengaja membiarkan hal ini terjadi. Lalu apakah hal ini sudah sesuai dengan fungsi rumah sakit itu sendiri. Sebagai tempat pelayanan kesehatan yang memberikan kenyamanan senyaman-nyamannya bagi kepentingan dan terutama kesembuhan pasien. Apalagi sebuah rumah sakit umum yang seharusnya menjadi sebuah lembaga pengabdian kesehatan yang memberikan lebih baik contoh dari rumah sakit swasta.

Rumah sakit umum bukan berarti seorang pasien tidak berhak mendapatkan kenyamanan dan pelayanan yang memadai meskipun semua biaya dari pasien itu sebagian atau bahkan semuanya biayanya ditanggung dari jasa asuransi. Tapi ini soal tanggung jawab kita sesuai dengan profesi dokter, perawat, petugas medis, petugas klinik. Meski semuanya memiliki tugas yang berbeda-beda, intinya adalah tetap sama, yaitu memberikan pelayanan sebaik mungkin pada pasien. Apapun profesinya. Toh tidak ada salahnya khan, selain untuk bekerja, mencoba menghargai orang lain, dan tentunya bisa beramal juga. Dengan kerja yang sungguh-sungguh itu, semua akan ada hikmahnya. Siapa tahu, dengan kerja seperti itu, justru atasan akan mempertimbangkan Anda untuk merekomendasikan Anda sebagai orang yang patut diteladani atau naik jabatan. Who knows.

Mari kita mencoba untuk peduli tanpa pamrih. Menghargai orang lain. dan lihatlah.

0 komentar: